Beranda Lifestyle TMMD Ke-105, Beri Harapan Janda Tujuh Anak Penghuni Rumah Reot

TMMD Ke-105, Beri Harapan Janda Tujuh Anak Penghuni Rumah Reot

285
0
BERBAGI

Cahayalampung.com–Rumah Reot berdindingkan papan lapuk berlantaikan tanah, terlihat sudah miring. Dihuni oleh janda paruh baya Ibu Widi (50), sekejur tubuh yang legam terlihat perjuangan hidup yang begitu keras, banting tulang menghidupi ke tujuh anaknya semenjak di tinggal meninggal sang suami Sunarto (64).

Tahun 2009 lalu, Ibu Widi dan suami Sunarto beserta tujuh anaknya mengadu nasib pindah dari Kabupaten Lampung Tengah, merantau ke Kampung Bendarou Indah, Kecamatan Menggala Timur, Kabupaten Tulangbawang.

Jalan hidup memang tidak pernah di prediksi, tidak pernah bisa direncanakan, Allah SWT sang penciptalah penentunya. Sunarto yang bekerja sebagai buruh tani, meregang nyawa di patok ular beracun.

Kehidupan yang dialami Ibu Widi seorang janda dengan tujuh orang anak ditingal mati suaminya empat tahun yang lalau, ia pindah dengan keluarganya dari daerah Bandar Jaya Lampung Tengah, ke Kampung Bedarou Indah, dengan harapan akan bisa hidup layak dan tenteram namun malang nasibnya harus kehilangan belahan hatinya.

Harapan tinggal harapan, suami yang menjadi tulang punggung kehidupan keluarga, dipanggil sang Khalik untuk menghadap.

Kehidupan Ibu Widi mulai tanpa arah, ia harus membesarkan buah hatinya yang masih kecil- kecil, sementara tanah peladangan yang menjadi tumpuan harapan kedepan diambil lagi oleh perusahaan dan sampai hari ini tidak ada pergantian.

Hanya tanah seluas 12,5 M x 30 M yang di tempati sekarang, Ibu Widi harus membanting tulang menjadi tenaga buruh upahan, kalau tidak ada orang yang membutuhkan tenaganya Ibu Widi mengais rejeki dengan mencari singkong di lahan yang sedang di bajak.

Jangankan untuk menyekolahkan anak, makan sehari hari saja susah, rumah peninggalan suaminya sudah muai lapuk dan hampir roboh, saat angin kencang datang Ibu Widi dan anak- anaknya berdoa kepada Allah agar rumah yang mereka tempati tidak ambruk menimpa mereka.

Tangisan dalam doa ibu Widi wanita paruh baya ini, yang sering berdoa meminta kepada Allah agar rumah yang di huninya bisa di perbaiki di jawab Allah dengan mengirimkan Komandan Kodim (Dandim) 0426 Tulangbawang Letkol Inf Kohir yang nampak berjalan menghampiri rumahnya pada hari Selasa (25/6/2019).

Letkol Inf Kohir, begitu mendengar cerita ibu Widi janda tujuh anak ini, meneteskan air mata. Begitu berat perjuangan ibu paruh baya ini untuk membesarkan putra putrinya untuk tetap bertahan hidup.

“Program TNI Manunggal membangun Desa (TMMD) ke- 105 yang di laksanakan oleh Kodim 0426 Tulangbawang, untuk membedah rumah mudah-mudahan bermanfaat bagi ibu Widi dan warga lainnya di kampung Bendarou Indah,” harapnya.

Ibu Widi yang didatangi orang nomor satu di jajaran TNI AD Kabupaten yang berjuluk Sai Bumi Nengah Nyappur ini begitu bahagia. Sampai-sampai semalaman tidak bisa tidur.

“Ucapan sukur Alhamdulillah kepada Allah, trimakasih juga saya samapaikan kepada Dandim 0426 Letkol Inf Kohir beserta jajaran yang telah memperdulikan keluarga kami, Semoga TNI semakin dekat dengan Rakyatnya,” ucap Ibu Widi dengan berlinag air mata kepada Wartawan dikediamannya. Senin (08/07/2019).

Bupati Tulangbawang Hj. Winarti SE MH, sangat mendukung penuh kegiatan TMMD ke-105 ini, karena langsung bersentuhan dengan masyarakat. Harapan dengan sembilan titik program bedah rumah TMMD ini bisa membantu seperti contoh Ibu Widi, jadi programnya tepat sasaran memberi bantuan kepada orang yang membutuhkan.

“Kita sangat mensupport kegiatan TMMD ini, sesuai arahan Bapak Pangdam II Sriwijaya beberapa waktu lalu, bahwa semua harus bersinergi untuk mensukseskan TMMD ke-105. Masyarakat butuh percepatan pembangunan dan Pemda bersama TNI harus didepan untuk bekerja melayani rakyat,” tutur Winarti. (red).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here