Beranda Lifestyle Program Bantuan Bedah Rumah Perdana di Kampung Mekar Jaya 50 unit

Program Bantuan Bedah Rumah Perdana di Kampung Mekar Jaya 50 unit

988
0
BERBAGI
Salah satu rumah hasil bantuan program telah sampai ke pemasangan atap yaitu rumah Mbah poniyem.

BANJARMARGO, (CL) – Bantuan stimulan perumahan swadaya (BSPS) atau yang lebih tren bedah rumah, merupakan program perdana di Kampung Mekar Jaya, Kecamatan Banjar Margo, Kabupaten Tulangbawang.

Dijelaskan Kepala Kampung Mekar Jaya Yuswan setivanus pada Tahun ini Kampung Mekar Jaya mendapatkan kuota sebanyak 50 unit yang pada Minggu ke-2 bulan November baru cair untuk tahap pertama, memang cukup terlambat karena masuk kategori program percepatan di Tahun 2018.

Rumah salah satu penerima manfaat program Ibu Supiah sedang dalam tahap pengerjaan pondasi.

“Ingkungan yang masih menjadi tradisi masyarakat dalam mengawali pembangunan rumah. Sekalipun durasi waktu yang di berikan sangat singkat berkat upaya panitia dan dukungan pemerintah kampung, serta masyarakat calon penerima serta pihak-pihak terkait program BSPS atau bedah rumah dapat berjalan tentunya hal ini karena dukungan swadaya warga calon penerima berusaha di cukupi dan di upayakan dengan berbagai cara di tengah kondisi ekonomi masyarakat yang kurang bersahabat,” terangnya.

Salah satu bentuk keseriusan pemerintah kampung dalam mensukseskan program ini adalah upaya untuk mengait investor dalam hal ini toko penyedia bahan material bangunan yang siap memberikan talangan dengan mensuplay bahan material seperti pasir, koral, semen dan besi yang merupakan material pokok dalam pembangunan perumahan.

“Pada Minggu ke-3 ini sebagian besar penerima program telah berjalan dengan hasil bervariatif ada sebagian yang baru mulai bongkar rumah lama namun ada pula yang sudah mencapai pengerjaan atap hal ini karena besaran swadaya penerima yang bervariasi pula,” ucapnya.

Rumah hasil bantuan BSPS milik bapak Tarsin sudah sampai 0 bata nunggu pemasangan atap.

Bisa kita bayangkan dana talangan yang harus di keluarkan oleh penyedia material mencukupi kebutuhan material dasar semen dan pasir yang sebagian besar menggunakan batako walau sebagian menggunakan bata merah, keterlambatan pencairan tentunya berdampak pada proses pengerjaan mengingat besaran swadaya penerima bermacam-macam sedang tenggang waktu penyelesaian semakin mepet, belum lagi untuk HOK juga baru di cairkan wacananya tahap terakhir tentu saja ini juga kurang pas mengingat tukang yang mengerjakan pekerjaan juga butuh dana untuk mencukupi kebutuhan hidupnya, akhirnya panitia terpaksa gali lubang tutup lubang agar semua dapat sama-sama berjalan.

“Karena baru program perdana baik panitia maupun penyedia material dalam hal ini toko bangunan terkadang kelabakan mana kala sektor-sektor membutuhkan pendanaan secara bersamaan, namun berkat kekompakan dari seluruh elemen terkait hal itu tidak dijadikan kendala yang berarti. Hal ini memang sudah menjadi komitmen bersama ketika acara musyawarah antara calon penerima manfaat, penyedia material, fasilitator dan pendamping serta aparatur kampung bahwa sepakat untuk mensukseskan program ini secara maksimal,” ungkapnya.

Salah satu penerima manfaat program Bapak Suratman berpose di rumah yang sedang di bangun.

Itulah gambaran perjalanan program BSPS atau bedah rumah, banyak lika liku dan cerita yang menjadi pembelajaran kedepannya karena pengalaman adalah guru terhebat, intinya adalah setiap kegiatan akan sukses mana kala di awali dengan perencanaan yang matang dan terstruktur.

“Terkadang banyak kendala di luar perencanaan yang membutuhkan ketepatan dalam mengambil tindakan oleh stack holder dan yang paling penting adalah program yang melibatkan orang banyak tentunya membutuhkan kesabaran ekstra dan kebijaksanaan dalam menyikapi segala permasalahan,” tuturnya.

Kabag. PU kab. Tulang Bawang di dampingi kepala kampung, pendamping, fasilitator, pemilik rumah, ketua kelompok dan pemilik rumah serta para pekerja berpose bersama.

Kondisi hasil bedah rumah mencapai pekerjaan diatas 50% Sampai Minggu ke-3 bulan ini sudah lebih 80% penerima sudah memulai kegiatan pembangunan dengan hasil bervariatif, semoga target waktu yang di berikan oleh kementerian PU dapat terealisasi, hal ini sangat mungkin apabila di barengi dengan percepatan pencairan dana untuk tahap ke-2 dan ke-3, jika tidak seperti nya sulit tercapai target waktunya karena keterbatasan dana swadaya penerima bantuan.

Dengan program bedah rumah ini manfaat yang bisa di ambil antara lain :

Penerima manfaat akan segera memiliki rumah layak huni : Penerima akan banyak terbantu baik secara finansial maupun motivasi. Menumbuhkan kembali semangat gotong royong antar penerima manfaat. Kekompakan karena setiap penerima di buat kelompok yang pengelolaanya di bawah komando ketua kelompok. Solidaritas antar tetangga juga akan terasah, dan secara umum kesejahteraan warga akan segera nampak karena kedepannya penerima tidak lagi memikirkan hunian karena sudah layak huni.

Tampak kabag. PU dan Fasilitator memberikan pengarahan kepada kepala tukang berkaitan dengan teknis bangunan.

Sedangkan sisi buruknya dari program ini bagi warga antara lain : Waktu pelaksanaan yang terlalu mepet dan mendadak menjadikan kesiapan swadaya tidak dapat di persiapkan jauh-jauh hari. Kondisi ekonomi yang kurang bersahabat menyebabkan yang awalnya memiliki dana untuk persiapan bangun rumah terpakai sedikit demi sedikit dengan kata lain tabungannya terkikis untuk kebutuhan harian. Mayoritas penerima adalah masih berpegang teguh adat sehingga waktu mulai selalu memperhitungkan hari baik, akibatnya waktunya banyak yang molor karena tidak sesuai lagi dengan agenda.

Sebagian warga terpaksa harus meminjam ke bank untuk swadaya akibat kondisi diatas. Bagi warga yang berwawasan kurang baik dengan adanya program semacam ini berdampak pada sifat manja, dalam arti segala sesuatu selalu mengharapkan bantuan, tanpa mau berupaya keras dulu efeknya rasa sosialnya akan berkurang karena segala sesuatu kemudian di nilai secara materi.

Itulah kondisi yang terjadi dengan program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya alias bedah rumah yang sedang berjalan di kampung mekar jaya suka duka menjadikan cerita yang akan menjadi sejarah dalam perjalanan pembangunan di kampung mekar jaya.(Advertorial).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here