Beranda Daerah Menteri PPPA Beri Dua Penghargaan Untuk Pemkab Pesawaran

Menteri PPPA Beri Dua Penghargaan Untuk Pemkab Pesawaran

40
0
BERBAGI

Cahayalampung.com (Pesawaran) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pesawaran berhasil menyabet dua penghargaan dalam kategori Kabupaten Layak Anak (KLA) tingkat madya dan penghargaan Anugerah Parahita Ekapraya (APE) tingkat pratama dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Republik Indonesia.

Penghargaan ini diberikan oleh Menteri PPPA Bintang Puspayoga didampingi Gubernur Lampung Arinal Djunaidi saat ramah tamah kunjungan kerja dan pemberian penghargaan APE dan KLA kabupaten kota se – Lampung di Rumah Dinas Gubernur, Jalan dr Susilo, Bandarlampung (27/11/2021) malam.

Bupati Pesawaran Dendi Ramadhona mengatakan, kedua penghargaan ini akan dijadikan motivasi agar lebih proaktif dan responsif merespon gangguan terhadap perempuan dan anak.

Oleh sebab itu, lanjut Dendi, Pemkab Pesawaran terus berbenah kemudian meningkatkan sarana dan prasarana terkait pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak di kabupaten berjuluk Bumi Andan Jejama ini.

“Kita akan memprioritaskan fasilitas infrastruktur di Pesawaran yang keberpihakan terhadap perempuan dan anak. Karena anak adalah penerus yang perlu dijaga sedini mungkin agar kedepan mampu berdaya saing, berakhlak dan menjaga marwah Pesawaran lebih baik lagi,” tandasnya.

Senada, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Pesawaran, Binarti Bintang mengatakan, Pemkab Pesawaran telah mendapat predikat madya sehingga perlu penyesuaian dalam upaya mencapai indikator yang sudah ditentukan.

Ia menyatakan, akan meningkatkan infrastruktur seperti, rambu penyeberangan di sekolah, petugasnya, hingga Puskemas ramah anak.

“Kalau orang tuanya berobat, anakknya bisa bermain ditempat bermain yang telah disediakan Puskesmas tersebut,” kata Binarti.

Soal program Masjid Ramah Anak, lanjut Binarti, akan terus memberikan pengertian terhadap pengurus masjid agar tidak diskriminasi terhadap anak. Karena kodrat anak adalah tidak bisa tenang.

“Masjid bisa memberikan ruang khusus kepada anak sehingga tidak mengganggu orang dewasa yang melaksanakan ibadah,” kata dia.

Selain itu, akan berupaya mencari Corporate Social Responsibility (CSR) terhadap pihak – pihak yang dapat memberikan bantuan untuk pemenuhan kebutuhan fasilitas seperti ruang bermain, buku – buku edukatif dan religius. (CL/Rully)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here