Beranda Parlemen Ke Gunung Gijul, Mardiana Serap Aspirasi Rakyat

Ke Gunung Gijul, Mardiana Serap Aspirasi Rakyat

7
0
BERBAGI

Cahayalampung.com – Desa Gunung Gijul, Kecamatan Abung Tengah, Kabupaten Lampung Utara, dikenal sebagai desa ramah lingkungan dengan konsep konservasi alamnya. Beberapa tahun yang lalu, desa ini juga sempat meraih penghargaan Kalpataru.

Hal itu menarik perhatian anggota Fraksi Partai NasDem Komisi IV DPRD Provinsi Lampung, Mardiana ST, MT, memusatkan safari kunjungan kerja di luar masa persidangannya (reses) di desa tersebut pada Senin 6 September 2021.

Dalam kunjungan itu, Mardiana menyampaikan komitmennya sebagai wakil rakyat yang terpilih melalui Daerah Pemilihan (Dapil) Lampung V ini untuk terus menyerap aspirasi masyarakat.

“Tugas ini sudah menjadi kewajiban saya untuk mendata aspirasi masyarakat dan menyusunnya menjadi regulasi serta usulan perencanaan kepada pemerintah. Tidak bisa dipungkiri, warga Desa Gunung Gijul juga merupakan konstituen saya, sehingga saat ini, saya dapat menjadi wakil rakyat di gedung DPRD Provinsi Lampung,” kata Mardiana dihadapan tokoh masyarakat dan sejumlah warga desa setempat.

Ia juga sangat mengapresiasi atas upaya warga Desa Gunung Gijul bersama Kades Feri Ferdiansyah untuk menjaga kelestarian alam. Sehingga, keasrian dan nuansa alami dirasakan sangat nyaman saat memasuki pintu desa tersebut.

“Nuansa yang asri sangat saya rasakan berbeda sekali dengan suasana di kota. Dimulai dari pintu masuk desa, rasa nyaman itu mulai dapat dirasakan,” aku Mardiana, legislator DPRD Provinsi Lampung, periode 2019-2024 ini.

Dirinya juga menyampaikan akan berupaya membawa beberapa Program Aspirasi yang selaras dengan konsep pembangunan di Desa Gunung Gijul.

Sementara itu, menurut keterangan yang disampaikan Kades Gunung Gijul, Feri Ferdiansyah, hingga saat ini, pihaknya tetap konsisten dengan upaya melestarikan lingkungan dengan konsep konservasi cagar alam sebagai potensi wilayahnya.

Dirinya juga menyatakan, atas nama warga desa setempat, selama ini sangat menanti kehadiran Mardiana.

Ia juga mengatakan, Desa Gunung Gijul memiliki potensi alam yang sangat beragam.

“Sebagai informasi, tiga daerah aliran sungai (DAS) besar di Lampung Utara bersumber dari desa kami,” ucap Feri.

Untuk itu, dirinya berharap ada kerjasama yang bersentuhan antara ‘hulu dan hilir’. Tidak hanya memprioritaskan di sektor hilir saja dengan melupakan sektor hulu sebagai pemasok utama.

“Di sini, kami menjunjung tinggi kearifan budaya lokal dengan membuat beberapa peraturan desa (Perdes) untuk menjaga keberadaan kekayaan flora dan fauna agar terus lestari,” urainya.

Pada kesempatan itu, dirinya juga menyampaikan aspirasi warga setempat terkait terputusnya jembatan desa yang selama ini belum mendapatkan sentuhan pembangunan.

“Untuk itu, kami berharap dengan kehadiran Ibu Mardiana di desa Gunung Gijul dapat memediasi dan mendorong pemerintah agar melakukan percepatan perbaikan infrastruktur dimaksud,” harapnya.

Sebab, tambahnya, jembatan tersebut menjadi salah satu akses menuju lokasi area konservasi di wilayah tersebut.

Terpantau, meski dalam kegiatan itu dalam guyuran hujan, namun tidak menyurutkan audiens untuk tetap mendengarkan serta menyampaikan aspirasinya kepada Mardiana, yang kerap disebut ‘Ibu Bedah Rumah’ ini.

Seluruh audiens juga menerapkan protokol kesehatan dengan ketat dengan dipantau dan didampingi Satgas Covid-19 Desa Gunung Gijul. (AY)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here