Beranda Berkelakar Bulan Suci Diberi Bidadari

Bulan Suci Diberi Bidadari

234
0
BERBAGI

ALHAMDULILLAH pada puasa ke lima Ramadhan 1441 Hijriah, Tahun 2020 Masehi. Telah lahir putri kami yan kami beri nama “Neima Harika Mekkah Huri Abdul Rahman”.

Tepat pukul 12 : 00 Wib, saya menghantarkan istri Faulini Arleka, S.Pd masuk ruangan kamar operasi caesar Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Puri Betik Hati, Bandarlampung.

Pada saat menghantarkan istri akan menjalani operasi caesar hati ini terasa tenang tidak ada ragu dan bimbang dalam hati saat meninggalkan sang belahan jiwa di ruang operasi.

Kelahiran kali ini berbeda dari kelahiran anak pertama “Aira Laitsa Abdu Rahman” dimana saya menemani disisinya, anak kedua kami keguguran saat umur tiga bulan, kemudian kelahiran anak ketiga kami “Shakila Zahsy Abdul Rahman”, sama saya masih bisa disamping istri menjaga dan memberi dia semangat.

Anak ke empat ini selain hanya bisa menunggu didepan ruangan operasi sendiri, anak dan keluarga juga tidak ada yang di perbolehkan menjenguk akibat Kota Bandarlampung dinyatakan sebagai salah satu wilayah zona merah Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) di Indonesia. Hal itu berdasarkan peta sebaran covid-19 di website infeksiemerging.kemkes.go.id yang diperbarui tertanggal 28 April 2020, pukul 16.30 WIB. Jadi semua tugas hari ini sampai tiga hari kedepan saya ambil alih, senang bisa menemani istri dan sibuah hati amanah baru yang di titipkan Allah, sedih anak dititipin ga bisa nengok di rumah sakit.

Anak ke empat ini namanya panjang banget, sesuai dengan perjalanan nya selama dalam kandungan sudah mengelilingi dua kota suci Mekkah dan Madinah, dan dilahirkan pada bulan suci Ramadhan. “Harapan semoga kelak “Neima Harika Mekkah Huri Abdul Rahman” menjadi gadis suci yang bisa membawa keluarga kedalam surga Allah kelak.

Sembari menunggu istri dalam proses persalinan, sambil ngetik -ngetik siapa tau ini bisa jadi catatan yang akan di kenang anak – anak kami, betapa sulitnya perjuangan orang tua, khususnya ibu yang mempertaruhkan nyawanya dalam peroses persalinan.

Antara hidup dan mati, makanya tidak salah jika surga disematkan dibawah telapak kaki ibu. Begitulah ukuran besarnya kasih sayang seorang ibu, sehingga Nabi mengajarkan: “Surga berada di telapak kaki ibu.” Meski menyebut rida Allah terletak pada rida ayah dan ibu, Nabi mengajarkan bahwa ibu berhak tiga kali lebih banyak untuk disayangi ketimbang ayah.

“Seseorang datang kepada Rasul dan bertanya: Wahai Rasul, kepada siapa aku harus berbakti pertama kali? Nabi menjawab:Ibumu! Kemudian siapa lagi? Ibumu! Kemudian siapa lagi? ‘Ibumu!’. Orang tersebut bertanya kembali, Kemudian siapa lagi, Nabi menjawab, Kemudian ayahmu.” (HR. Bukhari & Muslim).

Sembari duduk, sembari berharap kepada Allah semoga istri dan buah hati kami yang lahir sehat semua. Ternyata dalam peroses persalinan ini, siapa yang bisa bantu ibu , menyelamatkan ibu, selain dokter, dan doa kedua orang tua, ternyata Hasbunallah wanikmal wakil. “Cukuplah ALLAH sebagai penolong kami” menjadi pinising dari semua usaha dan ikhtiar manusia.

Orang pertama yang saya telpon saat istri akan masuk kedalam ruangan operasi Caesar adalah kedua orang tua, minta doa kepada mereka agar istri dan anak saat lahir dalam keadaan sehat dan selamat.

“Instingnya orang tua sangat tajam, walau ia berada jauh dari anaknya dia tau anaknya sudah melahirkan atau belum. BUKANLAH tidak mungkin jika sangatlah banyak orang orang sukses di seluruh dunia ini lantaran mempunyai hubungan yang baik dengan kedua orang tuanya terlebih kepada ibu. Kenapa? Karena ridha Allah ialah ridha orang tua, dan doa ibu itu sungguh tanpa hijab di hadapan Allah mudah menembus langit. Sehingga doa seorang ibu yang ia dipanjatkan untuk anaknya boleh jadi sangat mudah untuk Allah kabulkan.

“Doa ibu itu mampu menembus langit, sangat mustajab di hadapan Allah”.

Alhamdulillah…. Tepat Pukul 12:10 Wib putri kami lahir yang kami beri nama “Neima Harika Mekkah Huri Abdul Rahman” Arti dari nama yang kami berikan, Bidadari syurga yang kuat dan suci hadiah dan karunia yang diberikan Allah lahir dibulan Ramadhan. Pada hari Selasa, tanggal 28 April 2020, dengan berat badan 3300 gram, panjang badan 48 CM, jenis kelamin perempuan, di Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Puri Betik Hati, di Bandarlampung.

Abdul Rohman.,S.H.
Ketua PWI Tulang Bawang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here