Beranda Kesehatan Mengaku Sehat, 40 Anggota DPRD Tuba Tetap Dipantau

Mengaku Sehat, 40 Anggota DPRD Tuba Tetap Dipantau

379
0
BERBAGI

TULANG BAWANG – Sebanyak 40 anggota DPRD Tulangbawang, dan pejabat Sekretariatan DPRD setempat, mengaku sehat dan dinyatakan tidak terpapar Covid-19, usai melakukan kunjungan kerja (kunker) atau studi banding di Yogyakarta dan Sleman pada 3 – 11 Maret 2020.

Ke 40 wakil rakyat itu, walau menyatakan diri sehat, dan dinyatakan sehat oleh Dinas Kesehatan Tulangbawang, setelah sebelumnya berstatus Orang Dalam Pengawasan (ODP) selama 14 hari dan statusnya masih tetap dalam pantauan pihak Dinas Kesehatan. Mereka tetap diminta isolasi diri dan diminta melaporkan kondisi kesehatannya secara aktif kepada petugas kesehatan.

Hal itu disampaikan langsung Kadinkes Tulangbawang, Fatoni, kepada wartawan cahaya lampung via ponselnya, Kamis (26/3/2020), terkait dengan upaya pencegahan dan penanggulangan Covid-19.

Bati, panggilan akrab Fatoni menerangkan, para legislator dan pejabat meski dinyatakan sehat dan lepas dari status ODP namun tetap diminta untuk melaporkan setiap saat kondisi kesehatannya bila ada keluhan. Mereka diminta proaktif cek kesehatan.

“Dinas kesehatan sudah proaktif memantau perkembangan mereka. Kami meminta 40 anggota dewan untuk aktif melaporkan kondisi kesehatannya, bila ada keluhan – keluhan kesehatan harus segera lapor pada petugas kesehatan,”terangnya panjang.

Selain itu, kata Bati, pihaknya juga telah membentuk dan menurunkan tim khusus pemantau serta tim survei, pengawasan terhadap orang – orang yang pernah berstatus ODP.

“Alhamdulilah sampai hari ini, sampai saat ini, mereka itu baik baik saja. Kondisinya sehat – sehat saja. Tidak ada keluhan dan gejala – gejala sakit. Semuanya dalam kondisi sehat wal afiat,”ujarnya.

Salah satu anggota komisi IV DPRD Tulangbawang meminta seluruh unsur Pemkab Tulangbawang harus secara maksimal dalam melakukan penganan terhadap kasus Covid-19. Satuan kerja yang membidangi harus mengoptimalkan anggaran yang telah disediakan.

“Penyerapan anggaran musti maksimal. Penyediaan alat pelengkap diri (APD) jumlahnya harus maksimal. Selanjutnya, kesiapan RSUD Menggala juga harus benar – benar siap siaga. Serap anggaran sesuai yang dibutuhkan. Jangan menunggu dan menunda,”kata dia, via ponselnya.

Dia menambahkan, pada prinsipnya, dirinya dan para anggota dewan yang lainnnya siap untuk isolasi diri. Akan lapor setiap saat bila terjadi keluhan kepada petugas kesehatan. Dan pada dasarnya semuanya siap untuk mensukseskan program penanganan Covid-19. (SBP)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here