Beranda Ekonomi PAC GP Ansor Gedung Aji Baru, Kelola Bank Sampah

PAC GP Ansor Gedung Aji Baru, Kelola Bank Sampah

153
0
BERBAGI

GEDUNG AJI BARU—Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kecamatan Gedung Aji Baru, Kabupaten Tulangbawang, Lampung. Kelola Bank Sampah Ansoruna Jaya, berdiri pada tanggal 8 November 2019 memiliki izin usaha kecil menengah nomor : IUMK/015/gaba/XI/2019 didirikan oleh Pengurus PAC GP Ansor Gedung Aji Baru.

Menurut Ketua PAC GP Ansor Gedung Aji Baru, Deki Afrian, bank sampah adalah salah satu program organisasi kepemudaan Gerakan Pemuda Ansor Kecamatan Gdung Aji Baru tentang kepedulian lingkungan dan ekonomi kerakyatan. Dengan dasar keperihatinan banyaknya pembuangan sampah dan pembakaran sampah di tengah masyarakat padahal dampak sampah sampah tersebut sangat berbahaya bagi kesehatan dan lingkungan masyarakat itu sendiri.

“Berdirinya bank sampah bertujuan agar masyarakat peduli akan pengelolaan sampah dengan memperhatikan lingkungan agar bersih, melalui bank sampah ansoruna jaya menjadikan sampah-sampah yang selama ini tidak diperhatikan dan menjadi bernilai ekonomi. Dengan metode penyetoran sampah kepada bank sampah masyarakat dapat menimbang dan mendapatkan uang sesuai jenis sampah yg disetorkan dan kemudian di masukan kedalam buku tabungan bagi masyarakat yang menjadi nasabah bank sampah ansoruna jaya,” jelasnya kepada cahayalampung.com. Sabtu (25/01/2020).

Lanjut Deki, Bank sampah menjalin kerja sama dengan tenaga medis di kecamatan Gedung Aji Baru, guna untuk memberikan pelayanan kepada nasabah Bank sampah yang kurang mampu, dengan sistem membantu nasabah yang tidak memiliki uang untuk berobat dan Bank sampah ansoruna jaya memberikan talangan pembayaran berobat. Kemudian nasabah Bank sampah membayar, mengembalikan talangan tersebut dengan menyicil menggunakan sampah. Bank sampah ansoruna jaya telah memiliki dua cabang di kecamatan Gedung Aji Baru, yakni cabang pondok pesantren darussalam kampung Sumber Jaya dan RK 7 kampung Makartitama kecamatan Gedung Aji Baru.

“Tantangan terbesar untuk pengembangan Bank sampah adalah merubah mindset masyarakat akan peduli terhadap sampah dilingkungan, karena kurang sadarnya masyarakat tentang bahayanya sampah bagi kesehatan dan juga lingkungan. Dan karena uang yang dihasilkan dari sampah tidak begitu menjanjikan maka masyarakat juga masih kurang begitu peduli dengan keberadaan Bank sampah. Tapi ini adalah suatu tantangan bagi pengurus Bank sampah ansoruna jaya agar tetap berjalan demi peduli lingkungan dan kesehatan bagi masyarakat,” papar Deki. (rhm).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here