Beranda Lifestyle Ketua PWI Abdul Rahman : Independensi Menjadi Tantangan Pers Mengawal Pemilu

Ketua PWI Abdul Rahman : Independensi Menjadi Tantangan Pers Mengawal Pemilu

170
0
BERBAGI
Abdul Rahman SH Ketua PWI Tulangbawang.

Cahayalampung.com–Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Tulangbawang Abdul Rahman SH menilai independensi menjadi tantangan pers dalam mengawal Pemilihan Umum (Pemilu).

Hal ini disampaikan Ketua PWI Tulangbawang Abdul Rahman SH, dalam Diskusi yang dilaksanakan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Tulangbawang berkerjasama dengan Mappilu – PWI Tulangbawang, dengan tema, “Evaluasi Pemilu Tahun 2019 dan Pendidikan Politik Pemilih Millenial/Pemula, dilaksanakan diaula Yayasan SMK Al – Iman unit II, Banjar Agung. Senin (23/9/2019).

“Harapannya, pers harus lebih mengedepankan independensi dalam bersikap dan menyajikan pemberitaan,” jelasnya.

Menurut dia, saat Pemilu pers menjadi salah satu institusi dan pemangku kepentingan yang bisa membentuk opini publik tentang kecenderungan ke mana hasil Pemilu. Apalagi jika ditambah campur tangan pemilik modal di sejumlah perusahaan pers mewarnai kebijakan redaksi.

“Sudah menjadi rahasia umum bahwa sebagian pers nasional dimiliki oleh pengusaha yang juga pendiri dan pemimpin partai politik tertentu sehingga jelas-jelas mendukung calon usungan partainya dan kurang proporsional terhadap calon lainnya,” terangnya.

Abdul Rahman mengatakan pers era industri menyebabkan konglomerasi pers, termasuk pers asing, terutama dari barat yang telah masuk ke Tanah Air dan membawa nilai-nilai yang tak jarang bertentangan dengan budaya bangsa. Karena itulah, kata dia, pers harus mampu berada di luar kepentingan partai politik dan mengabdi kepada masyarakat, bukan sebagai partisan.

“Pers harus berdasarkan peristiwa atau fakta, yaitu menghasilkan berita akurat dan berimbang sesuai kejadian. Tidak justru beropini yang dikhawatirkan berimbas negatif pada kelancaran serta keamanan, khususnya Pemilu,” katanya.

Dengan demikian, signifikannya peran pers di Pemilu harus diimbangi independensi, terutama selama proses pesta demokrasi lima tahunan tersebut berlangsung, mulai persiapan, hari pelaksanaan pemungutan suara hingga setelahnya.

“Pers harus berpegang teguh pada kode etik jurnalistik, salah satu nya pasal satu yang mengatakan Wartawan Indonesia bersikap independen, menghasilkan berita yang akurat, berimbang, dan tidak beritikad buruk,” jelasnya. (red).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here