Beranda Lifestyle Dugaan Raibnya Dana DOP, BOK dan JKN, Kadiskes : Kesalahan Administrasi

Dugaan Raibnya Dana DOP, BOK dan JKN, Kadiskes : Kesalahan Administrasi

224
0
BERBAGI

Cahayalampung.com–Dugaan raibnya Dana Operasional Puskesmas (DOP), Biaya Operasional Kesehatan (BOK) dan penyelewengan Dana Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang sedang dalam penyelidikan Kejaksaan Negeri Lampung Utara, Kepala Dinas Kesehatan (Kadiskes) Lampung Utara Maya Mestissa mengklaim hanya sebatas kesalahan administrasi belaka. Rabu (17/7/19).

Hal itu diterangkan Maya kepada sejumlah awak media saat menghadiri acara Hari Bhakti Adhyaksa di Kejaksaan Negeri setempat,semua dugaan perkara Tindak Pidana Korupsi tersebut sudah diproses sesuai dengan mekanisme yang ada,yakni Inspektorat hingga Badan Pemeriksa Keuangan Provinsi (BPKP).

“Itu sedang proses dan kami juga sudah melaluinya. Inspektorat kabupaten dan provinsi hingga BPKP telah memeriksanya. LaporanLaporan Hasil Pemeriksaannya (LHP) dari BPK tidak ditemukan kerugian negara. Temuan sebatas kesalahan administrasi belaka,” terangnya.

Terkait telah di lakukan nya pemeriksaan terhadap dirinya dan dua puluh Kepala Puskesmas yang ada dikabupaten Lampung Utara oleh Kejari setempat ia menyerahkan semua kepada pihak Kejaksaan sebagai salah satu aparat penegak hukum yang bekerja secara profesional.

“Pemeriksaan oleh Jaksa tidak menjadi masalah karena itu tugas mereka. Kita profesional saja,”ujarnya.

Diketahui pihak Kejaksaan Negeri Lampung Utara melului Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasipidsus) menyatakan bahwa dugaan kasus tiga variabel (DOP, BOK dan JKN) di dinas kesehatan setempat tetap terus diproses hingga adanya kepastian hukum.

Berbagai pihak telah dipriksa mulai dari Kadiskes dan jajarannya hingga 27 Kepala Puskesmas beserta jajarannya. Meski diakui dia dari hasil pemeriksaan ditemukan adanya tindak pidana korupsi akan tetapi pihaknya belum bisa mempublisnya dikarenakan perlu pendalaman agar kasus ini terang benderang terkait siapa-siapa saja yang terlibat dalam korupsi tiga vatiabel tersebut.

“Kalo temuan adanya tindak pidana ada. Hanya saja kita belum bisa mempublisnya karena harus lebih menyeluruh lagi pemeriksaannya. Nanti jika sudah kita tingkatkan ke penyidikan pasti kita publis,” terang Van Barata saat ditemui di ruang kerjanya beberapa waktu yang lalu.

Perkara yang sedang disidik pihak kejari yang banyak menyita perhatian publik ini sudah lebih dari lima bulan, hanya saja pihak Kejaksaan hingga kini belum menetapkan siapa saja yang menjadi tersangka.

Selain itu, desakan publik pun terus disuarakan agar pihak Kejaksaan segera menuntaskan kasus ini. Kasus ini menyeruak kepermukaan dimulai dari raibnya DOP selama 6 bulan, BOK selama triwulan terakhir dan penyelewengan JKN di tahun 2018 yang lalu.(verly).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here