Beranda Lifestyle Banjir Menggala telan korban, setelah dua jam balita Nazira di temukan tewas

Banjir Menggala telan korban, setelah dua jam balita Nazira di temukan tewas

455
0
BERBAGI

MENGGALA — Banjir yang mengenang lingkungan Bugis dan Palembang Kelurahan Mengggala Kota, Kecamatan Menggala, Kabupaten Tulangbawang menelan korban jiwa balita cantik Nazira Tapana (3), di temukan tewas setelah tenggelam selama dua jam.

Polsek Menggala melakukan identifikasi dan olah TKP (tempat kejadian perkara) peristiwa tenggelamnya bocah perempuan di daerah terdampak banjir akibat luapan Sungai Way Tulangbawang.

Kapolsek Menggala Iptu Zulkifli mewakili Kapolres Tulangbawang AKBP Syaiful Wahyudi, SIK, MH mengatakan, peristiwa tersebut terjadi hari Minggu (24/2), sekira pukul 10.00 WIB, di Lingkungan Bugis, Kelurahan Menggala Kota.
.
“Adapun identitas dari korban yaitu Nazira Tapana (3), warga Jalan Cemara, Lingkungan Gunung Skakti, Kelurahan Menggala Selatan, Kabupaten Tulangbawang,” tutur Iptu Zulkifli.

Kejadian tenggelamnya bocah tersebut bermula saat Edi Syahrudi (45), berprofesi wiraswasta, yang merupakan ayah kandung korban mengajak korban ke rumah Junaidi (47), yang merupakan paman korban untuk berkunjung. Setelah sampai di rumah pamannya, ayah kandung korban berbincang-bincang dengan saudara-saudaranya, sedangkan korban dibiarkan bermain (berenang) bersama anak-anak lainnya di luapan banjir di bawah rumah tersebut.

“Selang 10 menit kemudian, terdengarlah suara teriakan dari teman-teman bermainnya korban, ayah korban dan pamannya langsung berusaha mencari korban yang sudah hilang terseret arus luapan sungai,” terang Iptu Zulkifli.

Lalu pihak keluarga meminta bantuan dengan BPBD (badan penanggulangan bencana daerah) dan pihak kepolisian untuk melakukan pencarian korban. Usaha tersebut tidak sia-sia, setelah dilakukan pencarian selama 2 jam, akhirnya korban berhasil ditemukan oleh Junaidi yang merupakan pamannya dalam keadaan MD (meninggal dunia).

Jenazah korban selanjutnya dibawa ke rumah duka untuk segera di mandikan dan disemayamkan. Ayah korban hanya bisa menyesali diri atas kejadian yang menimpa anak kandungnya tersebut.(red).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here