Beranda Kesehatan DLHD Tuba Akan Beri Sanksi Rumah Sakit Mutiara Bunda

DLHD Tuba Akan Beri Sanksi Rumah Sakit Mutiara Bunda

916
0
BERBAGI

MENGGALA, (CL) – Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup Daerah (DLHD) Kabupaten Tulangbawang Ristu Irham membenarkan Rumah Sakit Mutiara Bunda Unit ll, Banjaragung menyalahi aturan dalam pengelolaan limbah medis.

Dia menjelaskan, dari hasil kroscek di lapangan, pihaknya menemukan beberapa limbah medis dibakar di sebuah perkebunan karet yang berada di Pemakaman Umum, Kampung Dwiwarga Tunggal Jaya, Kecamatan Banjaragung.

“Memang benar ditemukan ada pembakaran dan itu pelanggaran,” kata dia, kepada wartawan ditemui di ruang kerjanya, Selasa (14/8/2018).

Dia menjelaskan, menurut keterangan pihak rumah sakit, beberapa bukti sampah yang ikut terbakar itu, akibat kelalain karyawan rumah sakit.

Dari hasil temuan itu, dia mengaku, akan memberikan sanksi kepada pihak rumah sakit.
Sanksi tersebut, berupa surat teguran dan diharuskan membuat surat ijin pemyimpanan limbah B3, karena pihak rumah sakit belum mengantongi izin.

“Akan kita kasih surat teguran terkait pelanggaran itu, dia harus mentaati aturan. Dia harus melakukan pembinaan semua karyawan yang ada disitu (Rumah Sakit Mutiara Bunda Red) dan juga harus membuat surat ijin penyimpanan limbah B3,” ujar dia.

Ristu Irham menambahkan, hasil dari temuan Dinas Lingkungan Hidup kabupaten Tulangbawang 1. rumah sakit mutiara bunda sudah mempunyai tempat penyimpanan sementara limbah B3, tetapi belum memiliki izin tempat penyimpanan sementara limbah B3. 2. Pada saat dilaksanakan pembinaan dan pengawasan, Tim Dinas Lingkungan Hidup Tulangbawang menerima imformasi dari media masa terkait dengan masalah pembakaran limbah medis. Pada saat Dinas Lingkungan Hidup Tulangbawang meninjau langsung ke lokasi pembakaran sampah, dan masih ditemukan beberapa jenis sampah medis yang berada pada lokasi pembakaran.

“yang ke 3. Tempat penyimpanan sementara limbah B3 yang ri miliki saat ini, belum seauai dengan PERMENLHK Nomor : 56 Tahun 2015 tentang tata cara dan persyaratan teknis pengelolaan limbah B3 dari fasilitas pelayanan kesehatan. 4. Bahwa dokumen UKL UPL yang di miliki saat ini sudah tidak sesuai dengan kondisi yang ada,” paparnya.

Sementara Suhartati pihak pengelola RS Mutiara Bunda mengakui, jika ada limbah B3 rumah sakit yang ikut dibakar. Namun, dia berkilah limbah B3 rumah sakitnya yang ikut terbakar itu, akibat kelalain karyawannya.

“Mungkin keteledoran anak-anak aja, kalau niatnya sih itu pembakaran limbah rumah tangga aja. Sebetulnya kita kirim PT Biotek tempat kerja sama pengelolaan limbah,” ujar dia. (red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here