TULANG BAWANG BARAT – Bupati Tulang Bawang Barat (Tubaba) Ir. Novriwan Jaya, S.P., membuka kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Tiyuh se-Kabupaten Tubaba Tahun 2026.
Kegiatan yang bertujuan meningkatkan kapasitas pengurus sekaligus mengoptimalkan penghimpunan Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) tersebut berlangsung di Aula Kantor Kecamatan Lambu Kibang.
Kegiatan ini juga dirangkaikan dengan penyerahan KUR Super Mikro Bank Lampung, 800 paket sembako, serta 30 bantuan jamban bagi masyarakat.
Bupati Novriwan Jaya menekankan pentingnya pengelolaan ZIS yang transparan, akuntabel, dan amanah. Menurutnya, keterbukaan menjadi kunci membangun kepercayaan masyarakat.
“Pengelolaan dana yang dihimpun melalui UPZ harus disampaikan secara terbuka kepada masyarakat. Bukan hanya jumlah infak yang diumumkan, tetapi juga berapa zakat dan sedekah yang terkumpul serta digunakan untuk apa. Yang paling utama adalah bagaimana dana tersebut dapat dimanfaatkan untuk pemberdayaan umat,” ujar Bupati.
Ia menegaskan, UPZ tidak hanya berfungsi sebagai wadah penghimpunan dana umat, tetapi juga harus mampu membantu menyelesaikan persoalan sosial di masyarakat.
“Kalau UPZ dapat berjalan dengan baik, insyaallah berbagai persoalan sosial dapat kita bantu. Jangan sampai ada anak yang putus sekolah karena persoalan biaya. Ketika ada warga yang sakit dan tidak memiliki biaya untuk berobat, UPZ juga harus dapat hadir membantu,” katanya.
Menurut Bupati, peran tersebut sejalan dengan fungsi masjid yang tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga pusat musyawarah dan pemberdayaan masyarakat.
Bupati mendorong agar pemanfaatan dana umat tidak hanya untuk kebutuhan sesaat, tetapi juga untuk pemberdayaan ekonomi.
“Masyarakat kurang mampu yang memiliki potensi dan keinginan mengembangkan usaha dapat didorong melalui bantuan pemberdayaan dan permodalan sesuai ketentuan pengelolaan zakat,” tambahnya.
“Dengan demikian, dana zakat, infak, dan sedekah dapat memberikan manfaat yang lebih luas. Tidak hanya membantu kebutuhan sehari-hari, tetapi juga memberikan kesempatan bagi mereka untuk meningkatkan kemandirian dan kesejahteraan ekonomi,” jelasnya.
Sementara itu, Ketua BAZNAS Tubaba, Purwanto, mengatakan Bimtek UPZ diikuti 78 peserta dari empat kecamatan yang terdiri dari kepala UPZ dan petugas.
“Bimtek ini penting untuk memberikan pemahaman kepada para pengurus UPZ mengenai tugas dan peran mereka dalam membantu penghimpunan zakat, infak, dan sedekah. Kami berharap setelah kegiatan ini, seluruh peserta dapat menjalankan tugasnya dengan baik,” ujar Purwanto.
Ia menjelaskan, zakat merupakan kewajiban umat Islam yang perlu dikelola secara terorganisasi agar penyalurannya tepat sasaran. BAZNAS berperan sebagai pengelola, sedangkan UPZ menjadi ujung tombak penghimpunan di tingkat tiyuh dan unit kerja.
“Zakat, infak, dan sedekah yang dihimpun melalui UPZ selanjutnya dikelola sesuai ketentuan dan disalurkan melalui berbagai program yang memberikan manfaat bagi masyarakat yang berhak menerima,” jelasnya.
Menurutnya, sumber ZIS dapat berasal dari berbagai lapisan, mulai dari ASN, pejabat pemerintah, kepala OPD, camat, guru, hingga masyarakat umum.
“Dengan adanya UPZ di masing-masing tiyuh dan unit kerja, masyarakat akan lebih mudah menyalurkan ZIS. Kami berharap penghimpunannya semakin tertib, terkoordinasi, transparan, dan memberikan manfaat luas bagi masyarakat yang membutuhkan,” katanya.
Purwanto menambahkan, pembentukan dan penguatan UPZ merupakan bagian dari upaya Pemkab Tubaba bersama BAZNAS membangun sistem pengelolaan zakat yang lebih terstruktur dan optimal.
Ia mengajak seluruh pengurus UPZ yang telah mengikuti Bimtek untuk menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab serta aktif menyosialisasikan pentingnya zakat kepada masyarakat.
“Semakin baik penghimpunan dan pengelolaannya, semakin besar pula manfaat yang dapat dirasakan oleh masyarakat di Kabupaten Tulang Bawang Barat,” pungkasnya.(red)













