Beranda Nasional Kades Panca Warna : Benar BLT Dipotong Rp400 Tapi Sudah Melalui Musyawarah

Kades Panca Warna : Benar BLT Dipotong Rp400 Tapi Sudah Melalui Musyawarah

628
0
BERBAGI

Cahayalampung.com–Bantuan langsung tunai BLT yang bersumber dari dana desa (DD) di desa Panca Warna, Kecamatan Wayserdang, Kabupaten Mesuji menuai kritik dari warga penerima BLT di kampung tersebut. Kamis (21/05/2020).

Pasalanya Penyaluran dana Bantuan Langsung Tunai (BLT) seharusnya sesui dengan mekanisme dan petunjuk tehnik, baik dari pemerintah pusat maupun pemerintah daerah, pembagian bantuan langsung tunai BLT didesa tersebut tidak sesuai harapan warga yang menerima bantuan, adanya pemotongan nilai yang sudah di tentukan.

Dino, (40) warga asli desa Panca Warna mengatakan BLT di desa kami semua dipotong tanpa terkecuali.

“Saya cuman menerima bantuan BLT sebesar Rp200 ribu awal nya dari dana Rp600 ribu namun intruksi dari Kepala Kampung disuruh berbagi kepada warga yang tidak dapat bantuan sebesar 400rb,” terangnya kepada cahayalampung.com.

Lanjut Dino pembagian bantuan BLT tersebut di kordinir langsung Pak Topa selaku RK , pak RK cuman ngasih duit bantuan itu ya cuman Rp200 ribu yang Rp400 ribu nya di bagikan ke tetangga – tengga yang tidak dapat bantuan dan harus iklas dipotong dana tersebut.

“Pak RK juga bilang harus iklas di potong Rp400 ribu jikalau tidak ihlas bulan depan tidak dapat bantuan lagi,” Jelas Dino.

Disisilain Kodir selaku Kepala Desa (Kades) Panca Warna saat di konfirmasi wartawan cahayalampung.com di balai desa setempat dirinya membenarkan adanya pemotongan sebesar Rp400 ribu.

“Pemotongan BLT di desa kami memang benar di potong Rp400 ribu. karena pemotongan sebesar Rp400 ribu tersebut sudah melalui kesepakatan semua penerima BLT dan di lampiri berita acara dananya tidak apa-apa yang penting semua iklas berbagi kepada yang tidak menerima bantuan sama sekali, saya membenarkan toh saya tidak korupsi dan bantuan tersebut saya bagi rata,” Jelas Kodir.

Namun berbeda menurut keterangan penerima bantuan BLT di desa tersebut, bahwasanya sebanyak penerima bantuan tersebut 77 orang sebagian di kembalikan ke kampung dan sebagian masih bertahan.

“Gimana ya ihlas gak ikhlas kerena kalau tidak ikhlas gak dapet lagi,” terang Dino. (Akif)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here