Beranda Uncategorized BLT DD di Pancawarna Dipotong untuk Pemerataan

BLT DD di Pancawarna Dipotong untuk Pemerataan

182
0
BERBAGI

MESUJI  – Cahaya Lampung.com – Bantuan langsung tunai (BLT) yang bersumber dari dana desa DD di desa Pancawarna, Kecamatan Wayserdang Kabupaten Mesuji menuai kritik dari warga penerima BLT di kampung tersebut. Kamis (21/05/2020).

Pasalnya, penyaluran dana BLT seharusnya sesuai dengan mekanisme dan petunjuk tehnik, baik dari pemerintah pusat maupun pemerintah daerah, pembagian bantuan langsung tunai BLT didesa tersebut tidak sesuai harapan warga yang menerima bantuan, adanya pemotongan nilai yang sudah di tentukan.

Dino, (40) warga asli desa Pancawarna mengatakan BLT yang ada di desa kami bagi penerima BLT yang ada di desa kami semua di potong tanpa terkecuali.

” Saya cuman menerima bantuan blt sebesar Rp 200ribu awalnya dari dana tersebut 600rb namun intruksi dari desa suruh berbagi kepada warga yang tidak dapat bantuan sebesar 400rb”,terangnya.

Lanjut Dino pembagian bantuan BLT tersebut di kordinir langsung pak Topa selaku Rk , pak Rk cuman ngasih duit bantuan itu ya cuman 200rb yang 400rb nya di bagikan ke tetangga – tetangga yang tidak dapat bantuan dan harus iklas dipotong dana tersebut.

” Pak Rk juga bilang harus iklas di potong 400rb jikalau tidak ihlas bulan depan tidak dapat bantuan lagi”. Jelas dino

Disisi lain, Kodir kepala Desa Pancawarna saat di konfirmasi di balai desa setempat dirinya membenarkan adanya pemotongan sebesar Rp 400.

“Potongan BLT di desa kami memang benar di potong 400rb. karena pemotongan sebesar 400rb tersebut sudah melalui kesepakatan semua penerima BLT dan di lampiri berita acara , danya tidak apa apa yang penting semua iklas berbagi kepada yang tidak menerima bantuan sama sekali, saya membenarkan toh saya tidak korupsi dan bantuan tersebut saya bagi rata”. Jelas kodir.

Namun berbeda menurut keterangan penerima bantuan BLT di desa tersebut, bahwasanya sebanyak penerima bantuan tersebut (77) tujuh puluh tujuh sebagian di kembalikan ke kampung dan sebagian masih bertahan .

“Gimana ya ihlas gak ikhlas karena kalo gak ihlas gak dapet lagi” terang Dino (Akif)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here