Beranda Uncategorized Para Pemkam Galau Bahas Soal Sasaran Bantuan Dana BLT COVID19

Para Pemkam Galau Bahas Soal Sasaran Bantuan Dana BLT COVID19

208
0
BERBAGI

TULANG BAWANG – Sejumlah Pemerintahan Kampung (Pemkam) di Kabupaten Tulangbawang, tengah galau dalam menyikapi rencana pembagian Bantuan Langsung Tunai (BLT), di tengah musibah bencana nasional COVID19 atau CORONA VIRUS.

Seperti yang dirasakan oleh para Pemkam di Kecamatan Banjarmargo, Kabupaten Tulangbawang, Propinsi Lampung. Mereka menggelar rapat pembahasan soal alokasi dan sasaran calon penerima BLT di balai Kampung Penawarrejo, Selasa (21/4/2020).

Kepala Kampung Penawarrejo, Mulyoto, mengatakan, saat ini seluruh Pemkam tengah membahas dan menggodok pola penerapan realisasi dana BLT. Seluruh Sekretaris Desa dan Pendamping Desa berkumpul membahas dan menggodok regulasi penyalurannya.

“Pada intinya seluruh Pemkam ingin merealisasikan dana BLT secara tepat dan benar. Penerapannya harus sesuai dengan regulasi yang benar sesuai dengan aturan yang ada,”ujarnya.

Pendamping Desa Bujuk Agung, Jumikan, menerangkan, pola penerapan pendataan dana BLT membutuhkan peran aktif seluruh pihak. Pendataan calon penerima dana BLT harus benar – benar sesuai dengan regulasi dan 14 item syarat yang harus terpenuhi bagi calon penerima dana BLT.

“Ada beberapa item syarat yang harus juga dipikirkan dan dipertimbangkan, yakni pada item warga yang kehilangan mata pencaharian. Nah pada poin ini, siapapun warga dan statusnya yang kehilangan mata pencaharian harus masuk dalam data,”terang Jumikan.

Pendamping desa tingkat Kecamatan Banjarmargo, Fahmi, mengatakan, pihaknya bersama – sama dengan para Pemkam membahas regulasi tentang sasaran calon penerima BLT. Penerapannya memerlukan proses panjang.

Fahmi menegaskan, tugas dan fungsi pendamping desa atau kecamatan bersifat memberikan pemahaman dan menyampaikan regulasi – regulasi dari pemerintah. Sifatnya, mendorong agar penerapannya sesuai dengan regulasi.

“Dalam penerapan penyaluran BLT harus sesuai dengan regulasinya. Rata – rata masing – masing kampung merasa sangat terbeban dan galau dalam menentukan calon penerima BLT, merasa khawatir menjadi sasaran protes dari para warga,”terangnya.

Untuk Pemkam di Kecamatan Banjarmargo, rata – rata akan menyalurkan dana BLT nya 35 % dari dana desa (DD) yang tersedia, artinya akan tembus Rp240juta. Alokasinya Rp600ribu dikalikan tiga bulan, total Rp1,8juta per KK warga miskin. (BUD)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here