Beranda Peristiwa Membongkar “borok” Proyek APBD 2019 di Lingkungan Mapolres Tulangbawang

Membongkar “borok” Proyek APBD 2019 di Lingkungan Mapolres Tulangbawang

205
0
BERBAGI

TULANG BAWANG – Realisasi sejumlah proyek Penunjukan Langsung (PL) APBD Tuba dan APBD Tuba Barat tahun 2019 di lingkungan Mapolres Tulangbawang (Tuba), menyerap anggaran senilai lebih dari Rp594 juta, diduga menuai masalah dan meninggalkan masalah.

Sejumlah proyek PL itu diantaranya, pekerjaan pelengkap jalan, peningkatan jalan lingkungan dan rehabilitasi gedung pelayanan Polres. Kemudian pembangunan lapangan tembak dan bronjong.

Pihak rekanan CV Buana Karya diduga tidak dapat melaksanakan pekerjaannya sesuai dengan aturan, tidak dapat menyelesaikan pada tepat waktu dan sempat tidak dapat membayar tenaga kerja senilai sekitar Rp40 juta. Sengkurat realisasi proyek bisa terungkap bila ada pemeriksaan dari pihak berwenang.

Lanjar Widi, salah satu pengawas proyek di lingkungan Mapolres Tulangbawang saat dikonfirmasi mengaku proyek memang tidak dapat dikerjakan atau diselesaikan tepat waktu. Dalam pengerjaannya memang sempat ada masalah.

Saat ditanya tentang siapa pihak kontraktor atau pelaksana proyek, ia mengaku tidak mengetahui. Dirinya mengaku hanya diperintah untuk membantu mengawasi pekerja dilapangan.

“Saya tidak tahu siapa nama pemborongnya, tidak tahu nama CV nya. Saya tidak tahu mas. Saya hanya diminta membantu mengawasi pekerjaannya saja. Semuanya lewat seseorang, tidak lewat pemilik CV atau pemborongnya langsung,”terangnya saat dikonfirmasi.

Saat dicecar mengenai siapa sosok yang berada dibalik pelaksana proyek, ia menolak untuk menyebutkan secara detail dan secara lengkap nama sosok sutradara pengatur proyek. Teka – teki siapa pengaturnya belum dapat diketahui secara lengkap.

Bahkan, ia mengaku bahwa pihak rekanan mengalami kerugian sekitar Rp80juta dalam pelaksanaan pekerjaan pelengkap jalan dan peningkatan jalan lingkungan Mapolres. Banyak uangnya mandek.

“Ada permasalahan dalam pelaksanaan pembangunannya. Pihak rekanan pusing karena rugi banyak. Pak bos tidak dapat berbuat apa – apa karena terkendala soal dana yang mandek, Intinya saat ini beliau sedang pusing dan pening, tidak tahu harus bagaimana dan berbuat apa,”terangnya panjang.

Sebelum berita ini diterbitkan, wartawan sudah melakukan upaya untuk mendapatkan tanggapan dan klarifikasi dari pihak rekanan melalui tangan kanan rekanan, pada pukul 17.33 WIB. Namun hingga berita diterbitkan, tidak ada tanggapan dari pihak rekanan. (SBP)

 

 

 

 

 

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here