Beranda Hukum & Kriminal Masa Penuhi Ruang Sidang Putusan Kasus Penipuan Terdakwa Wagiono

Masa Penuhi Ruang Sidang Putusan Kasus Penipuan Terdakwa Wagiono

333
0
BERBAGI

MENGGALA–Sidang ponis perkara tindak pidana penipuan yang dilakukan terdakwa Wagiono bin Ramlan di Pengadilan Negri Menggala di penuhi massa pihak korban Dwi Purwanto. Selasa (21/1/2020).

Masa yang geram dengan ulah terdakwa Wagiono, turut menyaksikan sidang putusan di Pengadilan Negri Menggala.

Sidang dipimpin Ketua Majelis Ismail, dua anggota Dony dan Dina. Jaksa Penuntut Umum, Debi R. Y, SH. MH, P. Purnomo, SH.

Dalam putusan tersebut Ketua Majlis Hakim Ismail menyatakan dakwaan jaksa penuntut umum terbukti dan memutus perkara tersebut dengan satu tahun penjara, putusan tersebut lebih rendah dari tuntutan Jaksa Penutut umum Kejaksaan Negri Tulangbawang yang menuntut Terdakwa Giono tiga tahun penjara, atas putusan ini pihak kejaksaan akan melakukan banding. Sedangkan dari pihak terdakwa diwakili penasehat hukumnya menyatakan banding, karena dalam nota pembelaan atau pledoi meminta majelis hakim membebas Terdakwa .

AR Guntoro, SH Kasipidum Kejari Tulang Bawang, ditemui di ruang kerjanya menjelaskan tidak pidana penipuan tersebut bermula pada bulan Februari 2016 Terdakwa datang kerumah saksi DWI PURWANTO bin WAKIJAN yang beralamat di Blok II Jalur 31 Nomor 17 Rt. 02 Kelurahan Bratasena, Kecamatan Dente Teladas, Kabupaten Tulangbawang untuk menawarkan 1 (satu) unit tambak di Blok I Jalur 11 Petak / Nomor 14 Impra Kelurahaan Bratasena Kecamatan Dente Teladas Kabupaten Tulangbawang dengan luas tambak ± 5.950 M² yang menurut Terdakwa adalah miliknya dan sudah memiliki Sertifikat Hak Milik, namun saat itu saksi DWI belum memiliki uang, laly pada tanggal 15 Februari 2016 sekira pukul 09.00 Wib terdakwa datang kembali kerumah saksi DWI untuk menawarkan tambak dengan menjanjikan akan memberikan SHM yang terletak di Blok I Jalur 11 Petak 14 Impra dengan harga Rp.70.000.000 (tujuh puluh juta rupiah), karena tertarik Saksi Dwi membayar dengan uang sebesar Rp.40.000.000,- (empat puluh juta rupiah) dan kekurangan akan dicicil, namun setelah lunas, Saksi terdakwa berkata “ngak apa-apa mas, seadanya dulu aja, sisanya bisa mas cicil” dijawab saksi DWI “iya udah saya mau kalau bisa dicicil”, kemudian saksi DWI menyerahkan uang sebesar Rp.40.000.000,- (empat puluh juta rupiah), yabg diterima Terdakwa dan dibaut kuintansi, setelah mendapatkan tambak lalu saksi DWI melakukan budidaya udang serta saksi DWI mencicil kekurangan Rp.30.000.000,- (tiga puluh juta rupiah) kepada terdakwa sebanyak 3 (tiga) kali cicilan masing-masing sebesar Rp.10.000.000,- (sepuluh juta rupiah) kepada terdakwa, namun setiap Saksi Dwi menanyakan sertifikat tersebut, Terdakwa selalu mengelak, kemudian baru diketahui bahwa tambak tersebut adalah milik perusahaan, hingga dilaporkannya perkara ke Polres Tulang Bawang pada tanggal 15 Agustus 2019, SHM yang dijanjikan oleh terdakwa belum juga diberikan kepada saksi DWI. (red).

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here