Beranda Pendidikan & Budaya PKBM Angkasa Raya jadi Alternatif Pendidikan Anak Putus Sekolah

PKBM Angkasa Raya jadi Alternatif Pendidikan Anak Putus Sekolah

53
0
BERBAGI

PKBM Angkasa Raya Sukses jadi Alternatif Pendidikan Anak Putus Sekolah

TULANG BAWANG – Lembaga pendidikan non formal PKBM Angkasa Raya telah sukses menyalurkan pelayanan pendidikan bagi anak yang putus sekolah. Pendidikan mencakup Paket A, B dan C. Atau Paket pendidikan sekolah dasar, sekolah menengah pertama dan sekolah menengah atas.

PKBM Angkasa Raya dari sejak berdiri telah meluluskan ribuan peserta didik Paket A, B dan C dari Kabupaten Tulangbawang, Tulangbawang Barat dan Mesuji. Atau yang tersebar dalam kelompok belajar (Pokjar).

Ketua Yayasan PKBM Angkasa RAya, Slamet Effendi mengaku senang dan bersyukur dapat turut serta aktif dan berpartisipasi dalam pembangunan bidang pendidikan. Turut serta mencerdaskan kehidupan bangsa walau dalam kondisi keterbatasan.

“Alhamdulilah PKBM Angkasa Raya sejauh ini telah menjadi bagian dari alternatif pelayanan pendidikan putus sekolah, bagi anak – anak dan orang dewasa. Ini yang patut kami syukuri,”ujarnya.

Mantan Sekretaris PGHM Tulangbawang ini menjelaskan, lembaga pendidikan non formal PKBM Angkasa Raya telah mendapat pengakuan dari Dinas Pendidikan Tulangbawang dan hingga Kemendikbud lembaga pendidikan non formal.

Pola dan sistem pengajaran dan pembelajarannya menyesuaikan dengan lembaga pendidikan formal lainnya. Kurikulum dan pembagian mata pelajarannya pun mengacu pada aturan dinas pendidikan.

“Pada dasarnya tidak ada perbedaan dalam kurikulum pendidikan. Hanya saja ada perbedaan dalam kuantitas jam pelajaran. Pendidikan non formal tidak belajar setiap hari. Tapi satu minggu sekali,”terangnya.

Dikatakannya, lembaga pendidikan non formal tetap konsisten melaksanakan kegiatan belajar dan melaksanakan kegiatan UAS ujian akhir semester sebagai tahapan penilaian hasil belajar setiap semesternya.

“Dalam UAS tahun ini diikuti sebanyak 500 siswa/siswi warga belajar paket A, B dan C . Peserta UAS usia 13 tahun sampai 60 tahun. Mereka antusias sekolah untuk mendapatkan ijazah paket,”jelasnya.

Menurut Slamet, ketika pemerintah ingin menghapus UNBK masih banyak warga belajar sekolah non formal yg membutuhkan ijasah sebagai bentuk pengakuan atas status pendidikan.

“Pendidikan non formal ternyata salah satu alternativ untuk mendapatkan pendidikan yg layak bagi orang yg putus sekolah dan membutuhkan layanan pendidikan,”tutupnya. (SBP)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here