Beranda Lifestyle Warga Menggala Keluhkan BBM Langka, Pihak Terkait Diminta Bertindak Cepat

Warga Menggala Keluhkan BBM Langka, Pihak Terkait Diminta Bertindak Cepat

478
0
BERBAGI

MENGGALA, (CL) – Keresahan dan kekecewaan masyarakat Menggala, Kabupaten Tulangbawang mengenai sulitnya mendapatkan bahan bakar minyak bersubsi di SPBU hingga saat ini belum direspon dengan cepat oleh pihak-pihak terkait, Minggu (02/08/18).

Padahal, masyarakat banyak berharap kepada para Wakil Rakyat, Pemerintah, dan Penegak Hukum, untuk dapat bertindak menegakan Pancasila sila ke-5 yaitu keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Mirisnya salah satu SPBU yang melakukan kong kalikong dengan pihak pengecor, di kota Menggala itu, dimana notabene milik Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Pemkab Tulangbawang, yang bekerjasama dengan pihak sewasta. Hal ini karena pihak pengelola lebih mementingkan pengecor Jerigen, dan tengki kendaraan yang telah di modifikasi, bahkan parahnya, masyarakat umum sampai tidak kebagian, walau itu dibuka selama 2 Jam setiap harinya dari pukul 06.00 – 08.00 WIB, mengingat kendaraan pengecor telah antri lebih dulu dari malam harinya.

Berdasarkan info yang didapat, di SPBU 24.345.107 Terminal Menggala, disetiap malam dini hari, untuk BBM jenis Premium dengan stok 8 Ton, dihabiskan oleh pengecor Jerigen 5 hingga 6 Ton, belum lagi ditambah pengecor yang menggunakan kendaraan mobil dengan jumlah hingga puluhan kendaraan. Alhasil di pagi dan siang stok BBM terutama premium dikatakan pihak pengelola SPBU habis.

Dengan ulah pihak pengelola SPBU yang lebih mementingkan pengecor ketimbang kepentingan masyarakat, warga Menggala mengancam akan turun ke jalan, jika pihak-pihak berwenang pemegang tongkat kekuasaan tindak bertindak.

Bahkan menurut beberapa warga Menggala, diantaranya Dhaliem, bahwa SPBU yang ada di Menggala terutama di SPBU 24.345.107 Terminal, lebih baik di bakar atau disegel agar tutup saja, dari pada tidak bermanfaat bagi masyarakat sekitar.

“Kalo malam rame karyawan yang mengecor, tapi kalo pagi hanya 1 orang karyawan, itupun tutup jam 8 pagi. Saya sendiri sudah lupa bau dan warna Premium itu seperti apa,” ujar Ahmad Mustafid yang juga warga Menggala.

Demikian Richard menambahkan, bahwa ternyata pernah ada masyararakat yang mobilnya hanya takaran full tangki 30 liter, namun ketika diisi di SPBU menjadi 34 liter, padahal tangki kendaraannya juga masih ada sisa, tidak kosong.

“Anehkan, kok sampai berani begitu, mungkin ada oknum tertentu yang membekingi, soalnya bukan kali itu aja terjadi kecurangan, maka lebih baik ditutup total saja dahulu karena sudah jelas melanggar, kalo managemennya dan pengelolanya sudah ganti semua baru buka lagi, dari pada tidak ada faedahnya,” terang Richard.

Adapun terjadinya kecurangan ini, lantaran pihak SPBU berdalih BBM yang dicor untuk di kirim ke daerah-daerah pelosok Kabupaten Tulangbawang, tapi lucunya, untuk memenuhi kebutuhan masyarakat sekitar saja tidak bisa, namun sudah memikirkan wilayah pelosok, hal ini ditenggarai karena pihak pengelola SPBU mencari keuntungan dari pengecoran BBM bersubsidi tersebut, tanpa memikirkan masyarakat sekitar.

Sementara itu, pihak pengawas SPBU Terminal Menggala Heri, saat dihubungi melalui ponselnya untuk dikonfirmasi terkait kekecewaan masyarakat terhadap SPBU 24.345.107 yang lebih mementingkan pengecor sampai-sampai masyarakat umum tidak kebagian.

Bahwa menurut Heri, dirinya tidak bisa memberikan keterangan (berdalih), karena dirinya hanya seorang pengawas, dan harus berkordinasi dengan pimpinan terlebih dahulu. “Bukan nggak bisa kasih keterangan, tapi saya disini hanya pegawai,” kilahnya.

Sementara itu, Gunawan ketua DPD Forkorindo provinsi Lampung mengutuk keras praktek pengecoran menggunakan drijen dan tengki modifikasi di SPBU milik BUMD Pemkab Tulangbawang, di sinyalir ada kerja sama baik pengelolaan SPBU dengan pihak pengecor.

 

“Saya meminta kepada pihak pemerintah kab tulang bawang dalam hal ini hj Winarti agar mencabut kerja sama yang di tenggara ini menyengsarakan masyarakat tulang bawang (Menggala), pasalnya dengan adanya SPBU BUMD di pihak ketigakan jatah BBM prenium yang harusnya di nikmati masyarakat Menggala namun di nikmati oleh pengelola SPBU,” tegasnya

 

Selain itu Gunawan meminta pihak DPRD kabupaten tulang bawang, agar mempertanyakan PAD dari BUMD SPBU tersebut, dimana dampak positif tidak di rasakan masyarakat, jangan sampai mengejar PAD namun masyarakat kecil harus di abaikan, kemudian panggil pihak pengelola SPBU dan dinas perdagangan berapa seluruh surat ijin pengecoran, dan berapa liter jatah persurat ijin, bila mana melebih stop ijin pengecoran BBM jenis premium.

 

“Jangan sampai surat ijin di jadikan alasan, namun di balik surat ijin pemiliknya pengelolaan SPBU itu sendiri, ingat ini kejahatan surat ijin hanya kedok administrasi guna memperlancar praktek pengecoran agar terkesan legal,” cetus Gunawan

 

Lebih lanjut Gunawan berharap pihaknya polres tuba agar mengusut pelaku pengelolaan SPBU dan para pengecoran siapa dalang dan beking para pengecoran pengelolaan SPBU, yang kian berani mengangkangi aturan migas

 

“Dalam hal ini sudah jelas pelaku pengecoran BBM jenis premium menimbun dan mengangkut BBM kemudian di distribusikan dengan cara mengelabui masyarakat dan aparat penegak hukum bahwa pengecoran tersebut berdasarkan surat ijin, padahal seluruh surat ijin itu milik satu dua orang pengelola SPBU tersebut,” bebernya Gunawan menambahkan bila mana pihak pemerintah kab tulang bawang, DPRD tulang bawang dan polres tulang bawang, tidak segera bertindak dan mengusut kecurangan ini makan pihaknya akan turun kejalan untuk menggelar aksi demo.

“Hal ini tidak bisa di biarkan para pihak terkait harus mengusut dan memberikan sanksi bila perlu putuskan kontrak kerja sama bila memang terbukti praktek pengecoran merugikan masyarakat Menggala, sesuai dengan moto BMW, jangan sampai BUMD Pemkab Tulangbawang, tidak sejalan dengan moto bupati tulang bawang,” tutupnya. (rls/red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here