Bandar Lampung — Mahasiswa Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) melaksanakan program kerja berupa bimbingan belajar membaca dan menulis sebagai salah satu upaya untuk membantu meningkatkan kemampuan literasi siswa. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk kepedulian mahasiswa PPL terhadap perkembangan kemampuan dasar peserta didik, khususnya dalam membaca dan menulis.
Program bimbingan belajar tersebut dirancang dengan suasana yang menyenangkan dan interaktif agar siswa tidak merasa terbebani selama proses pembelajaran. Dalam pelaksanaannya, mahasiswa memberikan pendampingan secara bertahap, mulai dari mengenal huruf, mengeja, membaca kata dan kalimat sederhana, hingga latihan menulis.
Kegiatan ini juga menjadi sarana bagi mahasiswa PPL untuk menerapkan pengetahuan dan keterampilan yang telah diperoleh selama perkuliahan ke dalam lingkungan pendidikan secara langsung.
Menurut Salfa, salah satu mahasiswa PPL, program bimbingan belajar membaca dan menulis diharapkan dapat memberikan pendampingan tambahan bagi siswa yang masih membutuhkan bantuan dalam mengembangkan kemampuan literasinya.
“Kami ingin kegiatan ini tidak hanya menjadi program kerja PPL, tetapi juga menjadi kesempatan bagi kami untuk membantu siswa agar lebih percaya diri dalam membaca dan menulis. Kami berusaha menciptakan pembelajaran yang santai, menyenangkan, tetapi tetap memiliki tujuan yang jelas,” ujar Salfa.
Senada dengan hal tersebut, Jannah menyampaikan bahwa kemampuan membaca dan menulis merupakan keterampilan dasar yang sangat penting bagi siswa karena menjadi salah satu fondasi dalam mengikuti pembelajaran di berbagai mata pelajaran.
“Membaca dan menulis adalah kemampuan dasar yang akan terus digunakan siswa dalam proses belajar. Karena itu, kami mencoba memberikan pendampingan dengan metode yang sederhana dan mudah dipahami agar siswa dapat belajar sesuai dengan kemampuan mereka masing-masing,” ungkap Jannah.
Dalam kegiatan bimbingan, mahasiswa juga memberikan latihan secara individual maupun berkelompok. Siswa diajak membaca bersama, mengeja kata, menyalin tulisan, serta membuat tulisan sederhana. Pendekatan tersebut dilakukan agar mahasiswa dapat mengetahui kemampuan masing-masing siswa sekaligus memberikan pendampingan yang lebih sesuai dengan kebutuhan mereka.
Sementara itu, Mardiana menjelaskan bahwa kegiatan bimbingan belajar memberikan pengalaman tersendiri bagi mahasiswa dalam memahami karakter dan kebutuhan peserta didik.
“Setiap siswa memiliki kemampuan dan kecepatan belajar yang berbeda. Dari kegiatan ini kami belajar untuk lebih sabar, memahami karakter siswa, dan mencari cara yang tepat agar mereka tetap semangat mengikuti pembelajaran,” kata Mardiana.
Antusiasme siswa menjadi salah satu hal yang terlihat selama pelaksanaan program. Siswa mengikuti kegiatan dengan cukup aktif, terutama ketika pembelajaran dikemas melalui permainan, latihan membaca bersama, dan kegiatan menulis yang sederhana.
Zahra, mahasiswa PPL lainnya, berharap kegiatan tersebut dapat memberikan dampak positif bagi siswa, baik dalam kemampuan akademik maupun rasa percaya diri.
“Kami berharap setelah mengikuti bimbingan ini, siswa menjadi lebih berani untuk membaca di depan teman-temannya dan semakin percaya diri ketika menulis. Walaupun kegiatan ini sederhana, kami berharap manfaatnya bisa dirasakan oleh siswa dalam proses belajar mereka,” tutur Zahra.
Program bimbingan belajar membaca dan menulis ini menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa PPL dalam mendukung peningkatan kualitas pembelajaran di sekolah. Selain memberikan manfaat bagi siswa, kegiatan tersebut juga menjadi pengalaman berharga bagi mahasiswa dalam mengembangkan kemampuan mengajar, berkomunikasi, serta berinteraksi secara langsung dengan peserta didik.
Melalui program ini, mahasiswa PPL berharap budaya literasi dapat terus ditumbuhkan di lingkungan sekolah sehingga siswa memiliki kemampuan membaca dan menulis yang semakin baik serta memiliki motivasi belajar yang lebih tinggi.(red)













