BANDARLAMPUNG — Mahasiswa KKN Tematik Mengajar Kelompok 13 UIN Raden Intan Lampung menggelar kegiatan Sosialisasi Anti-Bullying di MIS Al Hikmah Kedaton, Bandar Lampung. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran peserta didik dalam menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan bebas dari perundungan.
Kegiatan yang berlangsung penuh antusias tersebut merupakan salah satu program pengabdian mahasiswa selama KKN. Pelaksanaan kegiatan berada di bawah pendampingan *Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Dr. Rizki Wahyu Yunian Putra, M.Pd.
Dalam sosialisasi tersebut, mahasiswa menyampaikan materi mengenai pengertian bullying, berbagai bentuk perundungan, dampak yang ditimbulkan, serta cara mencegah dan menghadapi tindakan bullying di sekolah maupun kehidupan sehari-hari.
Pendekatan yang digunakan sederhana dan mudah dipahami peserta didik. Mahasiswa mengajak siswa mengenali bentuk bullying verbal, fisik, sosial, hingga perundungan melalui media digital. Siswa juga diberi pemahaman bahwa candaan berlebihan yang menyakiti orang lain tidak dapat dianggap sepele.
Selain penyampaian materi, kegiatan ini juga menjadi sarana penanaman nilai-nilai pendidikan karakter. Peserta didik diajak untuk saling menghargai, peduli terhadap sesama, berani melapor jika mengalami atau melihat tindakan bullying, serta tidak menjadi bagian dari pelaku perundungan.
Sebagai bentuk komitmen bersama, kegiatan dilanjutkan dengan deklarasi anti-bullying melalui penandatanganan banner. Seluruh peserta didik dan mahasiswa KKN membubuhkan tanda tangan sebagai simbol kesepakatan menciptakan lingkungan MIS Al Hikmah yang aman, nyaman, dan bebas dari perundungan.
Debi Yarida, salah satu mahasiswa KKN, menyampaikan pentingnya edukasi bullying sejak dini.
“Melalui sosialisasi ini, kami ingin memberikan pemahaman kepada siswa bahwa bullying bukanlah candaan. Setiap perkataan dan tindakan yang dapat menyakiti orang lain perlu dihindari, agar sekolah menjadi tempat yang aman dan nyaman bagi semua,” jelas Debi, kepada media ini, Senin 7 September 2026.
Mahasiswa KKN lainnya, Ingry Pasega, berharap kegiatan ini dapat menumbuhkan kepedulian dan rasa saling menghargai antar peserta didik.
“Harapan kami, setelah mengikuti sosialisasi ini, siswa-siswi MIS Al Hikmah dapat lebih memahami pentingnya menghargai teman, tidak melakukan bullying, serta berani membantu dan melaporkan jika melihat perundungan,” ungkap Ingry.
Senada, Trisna Efia berharap sosialisasi ini memberikan dampak positif terhadap perilaku siswa.
“Semoga siswa-siswi MIS Al Hikmah semakin memahami pentingnya menjaga sikap dan perkataan kepada teman. Kami berharap mereka dapat membangun kebiasaan saling menghargai dan menciptakan sekolah yang bebas dari bullying,” ujar Trisna.
Dalam proses diskusi, mahasiswa juga mengajak siswa berdialog mengenai contoh-contoh perilaku bullying yang sering terjadi. Melalui interaksi tersebut, siswa diberi ruang untuk menyampaikan pendapat dan memahami sikap yang tepat ketika menghadapi perundungan.
Kegiatan ini menjadi bentuk nyata implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi di bidang pendidikan dan pengabdian kepada masyarakat. Melalui KKN, mahasiswa tidak hanya mendapat pengalaman lapangan, tetapi juga memberi kontribusi langsung bagi sekolah.
Dengan bimbingan DPL Dr. Rizki Wahyu Yunian Putra, M.Pd, mahasiswa KKN Tematik Mengajar UIN Raden Intan Lampung terus didorong menghadirkan program yang bermanfaat bagi sekolah dan masyarakat.
Bagi mahasiswa, keberhasilan kegiatan tidak hanya diukur dari antusiasme siswa, tetapi juga sejauh mana nilai yang disampaikan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Mencegah bullying adalah tanggung jawab bersama agar sekolah menjadi ruang yang aman bagi setiap peserta didik untuk belajar dan berkembang.(red)













