Beranda Tulang Bawang Lewat Prosesi Adat Ruah Bumi, Ketua TP-PKK Tulang Bawang Resmikan Situs Bersejarah...

Lewat Prosesi Adat Ruah Bumi, Ketua TP-PKK Tulang Bawang Resmikan Situs Bersejarah Pulau Daging

31
0
BERBAGI

TULANG BAWANG – Upaya pelestarian cagar budaya di Kabupaten Tulang Bawang terus digencarkan. Ketua Tim Penggerak PKK (TP-PKK) Kabupaten Tulang Bawang, Ny. Herlinawati Qudrotul, S.H., meresmikan Situs Sejarah Pulau Daging yang berada di Jalan 3 Bengkel Ujung, Gunung Udik, Kelurahan Ujung Gunung, Kecamatan Menggala, Kabupaten Tulang Bawang, Jum’at (30/10/2026).

Peresmian situs yang sarat akan nilai sejarah peradaban Menggala ini disambut dengan antusiasme luar biasa oleh masyarakat setempat. Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk menghidupkan kembali identitas lokal dan jejak kejayaan Tulang Bawang di masa lampau.

Berdasarkan penelusuran sejarah, pada abad ke-16, Menggala merupakan pusat perdagangan yang sangat sibuk dan menjadi jalur perdagangan internasional. Ramainya aktivitas perdagangan tersebut kemudian memicu terjadinya Perang Bajau yang dipimpin oleh tokoh adat Menggala, Menak Sengaji, melawan pasukan Bajau yang hendak menguasai jalur perdagangan.

Korban dari pertempuran sengit tersebut kemudian dikumpulkan di sebuah daratan misterius di tengah aliran Sungai Way Tulang Bawang, yang kemudian dijuluki sebagai Pulau Daging.

Keunikan yang dipercaya secara turun-temurun, Pulau Daging tetap terlihat dan tidak pernah tenggelam meski Sungai Way Tulang Bawang meluap saat musim hujan. Selain itu, lokasi ini juga menyimpan cerita tentang Kapal Cina yang karam dan menjadi bagian dari peninggalan sejarah Tulang Bawang.

“Pulau Daging, Tempat Berlabuh. Pulang ke Masa Jaya, Pulang dengan Tenang dan Menang.”

Yang membuat peresmian ini berbeda, pelestarian situs tidak hanya dilakukan secara fisik, namun juga melalui izin spiritual sesuai adat istiadat Menggala.

Masyarakat mewajibkan pelaksanaan tradisi adat Ruah Bumi, yakni prosesi menaburkan beras kuning, bunga (kembang), dan koin sebagai bentuk permohonan restu kepada para leluhur.

Saat tiba di lokasi, Ketua TP-PKK disambut oleh para Ibu Adat atau Parawatin Sebay dengan prosesi pengalungan kain hitam sebagai simbol tolak bala.

Sebelum memasuki kawasan inti Pulau Daging, Ny. Herlinawati Qudrotul melaksanakan prosesi Sentuh Bumi Gayo dengan menggunakan tangan kanan sebagai bentuk permohonan izin kepada Tuhan Yang Maha Esa. Prosesi ini dimaknai sebagai cara spiritual yang wajib dilakukan sebelum memasuki zona bersejarah.

Rangkaian acara juga diisi dengan penanaman pohon sebagai simbol pelestarian lingkungan dan doa bersama di bawah pohon bersejarah yang menjadi saksi bisu peradaban.

Kehadiran Ketua TP-PKK bersama rombongan yang berjalan kaki menyusuri jalan tanah menuju lokasi situs didampingi oleh tetua adat dengan payung agung (payung adat) menjadi daya tarik tersendiri.

Peresmian Situs Pulau Daging diharapkan tidak hanya menjadi pengingat akan tragedi masa lalu, namun bertransformasi menjadi tempat berlabuh bagi masyarakat untuk mengenang kembali masa kejayaan Menggala, serta menjadi destinasi wisata sejarah dan edukasi baru di Kabupaten Tulang Bawang.

Dengan diresmikannya situs ini, Pemerintah Kabupaten Tulang Bawang melalui TP-PKK berkomitmen untuk terus menggali, menjaga, dan melestarikan warisan budaya leluhur sebagai jati diri daerah.(red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here