Panaragan – Pemerintah Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba) terus memperkuat kolaborasi lintas sektor untuk mempercepat pembangunan daerah. Bupati Tubaba, Ir. Novriwan Jaya, S.P., menegaskan pentingnya peran majelis taklim dan para penyuluh agama sebagai pionir serta agen perubahan dalam menyukseskan berbagai program strategis pemerintah daerah.
Hal tersebut disampaikannya dalam acara Silaturahmi Bupati Tubaba bersama Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (IPARI) se-Kabupaten Tubaba yang berlangsung di Aula Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Tubaba.
Turut hadir mendampingi Bupati, Ketua TP PKK Tubaba Ny. Novianti Novriwan dan Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setdakab Tubaba Untung Budiono, S.Sos., M.H. Kegiatan ini juga dihadiri Kepala Kantor Kemenag Tubaba H. Yulizar Andri, S.T., M.Ag., beserta jajaran pejabat struktural Kemenag Tubaba, dan Camat se-Tubaba.
Kepala Kemenag Tubaba H. Yulizar Andri menyampaikan bahwa saat ini terdapat 43 orang penyuluh agama yang tergabung dalam IPARI se-Tubaba. Terdiri dari 39 penyuluh agama Islam, satu penyuluh agama Hindu, satu penyuluh agama Kristen, dan dua penyuluh agama Buddha.
“Para penyuluh agama Islam ini tersebar di seluruh Kantor Urusan Agama (KUA) di kecamatan. Kami siap bersinergi dan mendukung penuh seluruh program pembangunan Pemkab Tubaba di bawah kepemimpinan Bapak Bupati,” ujar Yulizar, kepada media ini, Selasa (06-10-2026).
Bupati Novriwan Jaya menekankan bahwa keberhasilan program pembangunan sangat bergantung pada partisipasi aktif masyarakat. Oleh karena itu, sinergi dengan majelis taklim dan para penyuluh agama menjadi kunci untuk mengubah pola pikir serta perilaku masyarakat di tingkat akar rumput.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati memaparkan lima program unggulan daerah yang menjadi fokus keberlanjutan pembangunan di Tubaba:
- Tubaba Q Sehat (Kesehatan): Menggalakkan pelayanan kesehatan gratis di tingkat desa/tiyuh. Program ini terbukti berhasil meningkatkan rata-rata angka harapan hidup masyarakat Tubaba dari 70 tahun menjadi 75 tahun dalam kurun waktu satu tahun, capaian lompatan paling signifikan di Lampung. Pemkab menargetkan angka harapan hidup dapat menyentuh 80 tahun.
- Pendidikan Berkarakter: Menerapkan lima pilar pendidikan berkarakter di tingkat SD hingga SMP yang berfokus pada kedisiplinan, etika, dan kebersihan sekolah sebelum jam belajar dimulai. Bupati menekankan pentingnya peran sekolah dalam mendidik atau membentuk karakter selain sekadar mengajar.
- Tubaba Q Berdaya (Pemberdayaan Ekonomi Umat): Mendorong peningkatan taraf hidup masyarakat melalui optimalisasi penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan KUR super mikro hasil kerja sama dengan perbankan daerah, yakni BSI dan Bank Lampung.
- Peduli Lingkungan Hidup: Mengajak jemaah majelis taklim dan masyarakat untuk menerapkan gerakan sedekah sampah, yakni mengumpulkan sampah plastik dari rumah untuk disetorkan ke Bank Sampah desa. Hasil pengelolaan sampah ini telah terbukti mampu membantu pembiayaan ambulans desa, BPJS Kesehatan, hingga pembayaran PBB warga tidak mampu.
- Infrastruktur yang Terarah: Mengoptimalkan usulan pembangunan jalan daerah melalui sinergi program Instruksi Presiden Jalan Daerah (IJD) dengan pemerintah pusat.
Bupati berharap majelis taklim seperti Majelis Taklim Al Firdaus serta majelis binaan agama lainnya dapat menjadi embrio penggerak pembinaan umat. Selain itu, penyuluh agama juga diimbau untuk aktif mengedukasi pengurus tempat ibadah mengenai tata kelola zakat maal dan pengoptimalan kas masjid agar memberikan dampak langsung bagi kesejahteraan warga sekitar yang membutuhkan.
Melalui pertemuan ini, Pemerintah Kabupaten Tubaba dan Kemenag Tubaba berkomitmen untuk terus merajut kebersamaan demi mewujudkan masyarakat Tulang Bawang Barat yang sehat, berpendidikan, mandiri secara ekonomi, dan religius.(red)













