Tulang Bawang, (SMSI)– Tiga Tahun berturut-turut prestasi Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-50, ke-51, ke-52 Tingkat Provinsi Lampung anjlok, menepati posisi Tahun 2023 Peringkat 14, Tahun 2024 posisi 13, Tahun 2025 Pada MTQ ke-52, posisi urutan terakhir 15. Aparat Penegak Hukum (APH) diminta untuk memeriksa dugaan korupsi penyelewengan dana hibah ratusan juta yang di cairkan untuk pembinaan peserta MTQ tiap tahun.
Dari penelusuran media ini, pembinaan 27 peserta Qori dan Qoriah Kabupaten Tulang Bawang, menjelang MTQ Ke-52 Tingkat Provinsi Lampung, di pusatkan di Pondok Pesantren (Ponpes) Tahfidzul Qur’an Asyarofi, kampung Tri Tunggal Jaya, Kecamatan Banjar Agung, Kabupaten Tulang Bawang.
27 peserta Qori dan Qoriah yang menjadi perwakilan Tulang Bawang ini mengikuti pembinaan selama tiga hari, di Ponpes Tahfidzul Qur’an Asyarofi. Penutupan pembinaan, hari Kamis 4 Desember 2025. Sedangkan MTQ ke-52 Tingkat Provinsi Lampung dilaksanakan sejak 9 Desember hingga 13 Desember 2025.
Menurut keterangan salah satu peserta, yang enggan disebutkan namanya, menjelaskan, wajar kita mendapatkan juara terakhir ke-15 dari 15 kabupaten/ kota karna persiapan Tulang Bawang hanya 1 minggu menjelang pelaksanaan MTQ ke-52 Provinsi Lampung.
“Berbeda dengan persiapan 14 kabupaten lainnya, saya bisa bicara seperti ini karna saya juga merupakan bagian dari peserta perwakilan Tulang Bawang yang mengikuti MTQ Ke-52 Provinsi Lampung,” jelasnya.
Salah satu tokoh agama Tulang Bawang yang tidak mau disebutkan namanya, mengatakan di Tulang Bawang ini ada kurang lebih 81 Ponpes yang sudah terdaftar paling banyak di Banjar Agung dan Banjar Margo.
“Seharusnya dilakukan pembinaan oleh penyelenggara yaitu Departemen Agama Kabupaten Tulang Bawang, jangan pada saat seminggu mau kegiatan baru ada pembinaan. Kemudian kami pihak pondok pesantren juga tidak pernah di libatkan dalam mempersiapkan peserta Qori dan Qoriah,” terangnya kesal.
Kalau kerjanya penyelengara Kemenag Tulang Bawang merekrut Qori dan Qoriah nya dadakan, inilah jadi nya, tiga tahun berturut-turut Kabupaten yang berjuluk Sai Bumi Nengah Nyappur ini menduduki peringkat akhir terus.
“Kita berharap dengan adanya kejadian ini, Kepala Depag dan Bagian Penyelenggara agar bisa dilakukan Audit penggunaan dana hibah MTQ Tahun 2023, 2024, 2025, yang lumayan besar ratusan juta tapi tidak ada hasilnya,” terang tokoh agama ini kesal.
Kementerian Agama Kabupaten Tulang Bawang menjadi pihak yang paling bertanggung jawab terhadap raihan Predikat Buruk dalam perhelatan Musabaqoh Tilawatil Qur’an (MTQ) yang ke-50, ke-51, ke-52, sehingga mendapatkan cibiran bahkan sebagian masyarakat mendesak dilakukan evaluasi terhadap kinerja panitia pelaksana.
“Dulu memang kafilah MTQ itu pemda yang mengelolanya melalui bagian kesra, namun beberapa tahun terakhir setelah adanya ketentuan dari Kementrian Kuangan (Menkeu) pengelolaan kafilah dan MTQ sepenuhnya diserahkan kepada kemenag, Pemda hanya sebatas pemberi Hibah dan membantu pelaksanaanya,” terangnya.
MTQ ke-52 Tingkat Provinsi Lampung diikuti oleh 464 peserta, terdiri dari 246 peserta putra dan 218 peserta putri, yang berasal dari 15 kabupaten/kota se-Provinsi Lampung. Para peserta berkompetisi dalam sembilan cabang lomba, meliputi Tilawatil Qur’an, Qira’at As-Sab’ah, Hifzhil Qur’an, Tafsiril Qur’an, Fahmil Qur’an, Syarhil Qur’an, Khottil Qur’an, Musabaqah Karya Tulis Ilmiah Al-Qur’an, serta Musabaqah Al-Hadits.
Berdasarkan peringkat Kabupaten Tanggamus menempati juara Umum, Kota Bandarlampung nomor urut 2, Kota Metro nomor urut 3, Kabupaten Lampung Selatan nomor urut 4, Kabupaten Lampung Tengah nomor urut 5, kabupaten Lampung Timur nomor urut 6, Kabupaten Pesawaran nomor urut 7, Kabupaten Lampung Barat nomor urut 8, Kabupaten Lampung Utara nomor urut 9, Kabupaten Mesuji nomor urut 10, Kabupaten Waykanan nomor urut 11, Kabupaten Pesisir Barat nomor urut 12, Kabupaten Peringsewu nomor urut 13, Kabupaten Tulang Bawang Barat nomor urut 14, Kabupaten Tulang Bawang nomor urut 15.
Kepala Kantor Kementerian Agama(Kemenag) Kabupaten Tulang Bawang, H. Ahmad Jalaluddin, saat dimintai keterangan terkait, Kafilah terdiri dari pimpinan, pelatih, official 23, dan 27 peserta putra putri asal Tulang Bawang yang telah melalui pembinaan intesif. Jadi total keseluruhan 50 Kafilah, 27 peserta ini dari pesantren mana aja ? Dana Hibah MTQ ke-52 Rp.350juta, untuk apa saja ? Dana APBD sudah di keluarkan besar Rp350juta Gak dapat apa apa, juara 15 ?…Jadi pertanyaannya, apakah Ponpes di Tulang Bawang dilibatkan dalam mencari peserta MTQ ?
Dari pertanyaan tersebut H. Ahmad Jalaluddin, meminta agar wartawan ini Konfirmasi ke Teknis, Sekum LPTQ pak Mujamil. Saat Mujamil di wawancara via WhatsApp sampai berita ini di turunkan tidak memberikan respon.(red)













