Beranda Hukum & Kriminal Pemilik Akun Facebook Atas Nama Kiyai Arga Dipolisikan

Pemilik Akun Facebook Atas Nama Kiyai Arga Dipolisikan

35
0
BERBAGI

Cahayalampung.com (Lampung Utara) – Menanggapi atas adanya dugaan unsur tindak pidana ujaran kebencian terhadap profesi ke wartawanan, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Lampung Utara (Lampura) mendatangi Polres Lampura. Organisasi profesi wartawan itu datang guna melakukan koordinasi dan melaporkan pemilik akun facebook atas nama Kiyai Arga, Senin (15/2) sekira pukul 11.53 WIB.

Mewaki Ketua PWI Kabupaten Lampung Utara (Lampura) Jimi Irawan, Kepala Seksi Organisasi Rozy Ardiansyah dengan didampingi oleh Sekjend PWI Lampura Furqon Ari, beserta anggotanya, mengatakan bahwa saat ini organisasi PWI Lampura telah berkoordinasi dan melaporkan ke Polres Lampura, terkait dugaan tindak pidana murni, seperti yang telah diatur dalam Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU-ITE) tentang Ujaran Kebencian, sebagaimana yang tertuang dalam Pasal 28 ayat (2) UU.No 19 Tahun 2016,Jo UU No.11.Tahun 2008.

Dalam Pasal tersebut berbunyi, “Setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu dan/atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan atas suku, agama, ras dan antar golongan (SARA),” ujar Rozi Ardiansyah.

Masih kata Rozi Ardiansyah dalam pasal tersebut sangat jelas, bahwasannya pemilik akun Facebook atas nama Kiyai Arga dengan sengaja dan penuh kesadaran, telah menuliskan dan memposting di kolom komentar salah satu pemberitaan, yang di posting di group “SUARA INFORMASI LAMPUNG TIMUR”, dengan sebuah komentar yang sangat tidak layak untuk dikonsumsi publik.

“Kita sudah tahu identitas pemilik akun facebook atas nama Kiyai Arga itu. Dia adalah salah satu oknum Ormas Gema Masyarakat Lokal (GML) Lampung Utara,” paparnya.

Saat disinggung mengenai kronologis kejadian, Rozi Ardiansyah memaparkan, peristiwa ujaran kebencian tersebut berawal pada saat, salah satu akun atas nama Neodemian Rafael, mengunggah pemberitaan yang berjudul ‘WARGA DESA TELUK DALEM PRODUKSI GULA MERAH RACIKAN TAK HIGIENIS DAN TAK BERIZIN’ di Group Facebook “SUARA INFORMASI LAMPUNG TIMUR” yang diposting pada Minggu 14 Februari 2021.

Kemudian tiba-tiba pemilik akun atas nama Kiyai Arga, berkomentar dalam kolom komentar yang ada pada postingan pemberitaan tersebut dengan perkataan/tulisan yang dinilai tidak ber etika, kurang baik dan menciderai perasaan seluruh insan pers di seluruh Indonesia, khususnya di Provinsi Lampung dan Lampung Utara.

Dalam postingan tersebut akun facebook atas nama Kiyai Arga, mengomentari “Wartawan gak ada otak wartawan klas tai anjing klu gk seneng sama ucapan saya dtengin saya ke kantor sya ormas gml” tulis Kiyai Arga dalam kolom komentar tersebut.

“Kami berharap kepada aparat kepolisian khususnya Polres Lampura agar dapat segera menindak lanjuti laporan dari seluruh perwakilan organisasi ke wartawanan, khususnya yang ada di Lampung Utara,” harapnya.

Sementara itu, Sekjend PWI Lampura Furqon Ari juga menegaskan bahwa laporan yang tertuang dalam LP/134/B/II/2021/POLDA LAMPUNG/SPKT RES LU, tentang Tindak Pidana UU ITE, adalah sebuah laporan yang mewakili seluruh organisasi profesi ke wartawanan di seluruh Indonesia khususnya di Lampung Utara (Lampura).

“Laporan ini, sifatnya adalah untuk mewakili seluruh organisasi profesi ke wartawanan di seluruh Indonesia khususnya di Lampura. Dan saya berharap pemilik akun atas nama Kiyai Arga dapat segera diamankan oleh pihak berwajib,” tegasnya.

Sementara itu, pemilik akun atas nama Kiyai Arga, saat dihubungi melalui sambungan telpon genggam miliknya dengan nomor 0857-6896-XXXX, meskipun terhubung, namun yang bersangkutan tidak ingin berbicara, meskipun hanya sepenggal kata sekalipun.

Saat dihubungi dan dikirim pesan singkat melalui aplikasi WhatsApp, nomor yang bersangkutan tidak aktif, sehingga wartawan media ini belum mendapatkan konfirmasi resmi dari pemilik akun atas nama Kiyai Arga. (CL/Nov)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here