Beranda Berkelakar Angin Puting Beliung Datang Saat Jauh dari Keluarga

Angin Puting Beliung Datang Saat Jauh dari Keluarga

126
0
BERBAGI

Pada Rabu 20 Mei 2020 pagi, saya pamit dengan keluarga untuk menjalankan aktifitas rutin di Kantor Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Tulangbawang di Menggala.

Seperti hari-hari sebelumnya, hari itu juga tidak ada yang spesial. Dengan langkah mantab dan ragu sedikitnya, saya melangkah dan meninggalkan anak dan istri di rumah di Kampung Tritunggal Jaya, Kecamatan Banjaragung.

“Mudah-mudahan Allah selalu melindungi keluarga kami. Bismillahi tawakkaltu ‘alallah. Dengan nama Allah, aku bertawakkal kepada Allah,” ucapku setengah berbisik.

Saya kemudian bergegas menuju Menggala. Pada pukul 09.00 WIB, PWI Tulangbawang menerima kunjungan Anggota Komisi II DPR RI.

Namun, saat tiba di Menggala, ternyata anggota DPR RI sudah duduk santai di kantor PWI bersama sejumlah pengurus PWI.

Usai menerima kunjungan DPR RI, sekitar pukul 13:00 Wib, saya iseng mengajukan agenda tambahan yaitu berbuka puasa bersama. Ternyata, tawaran itu disambut antusias oleh rekan-rekan PWI.

Karena ada agenda dadakan itu, saya menghubungi istri dan memberitahu jika pulangnya malam. Meski sempat kaget, istri saya akhirnya bisa memahami.

Beberapa waktu setelah meminta dibawakan ayam geprek melalui pesan WhatApps, istri saya mengirimkan video pohon di halaman rumah tumbang diterjang angin puting beliung.

Melihat pesan yang masuk pada pukul 15.30 Wib, saya sempat terkejut. Ternyata, informasi serupa sudah ramai di media sosial Facebook. Terjadi bencana di Kecamatan Banjaragung dan Kecamatan Banjarmargo. Banyak pohon tumbang, atap rumah warga terbang terhempas angin. Dua orang meninggal dunia.

Kendati demikian, saya masih tenang dan menjalankan agenda buka bersam dengan pengurus PWI Tulangbawang. Temen-teman tanya tentang kondisi rumah. “Alhamdulillah, keluarga dan rumah aman,” jawab saya.

Kami terus menikmati buka puasa bersama rekan-rekan pengurus dan anggota PWI Tulangbawang. Hujan membuat suasana menjadi sejuk.

Tak ada sedikit pun was was di hati. Meski pada hari itu, tak jauh dari tempat kami menikmati buka puasa, terjadi bencana alam sejak pukul 14.30 Wib.

Kemudian, saya pun bergegas pulang seraya terus berdoa dan memohon perlindungan Allah untuk keselamtan keluarga serta seluruh saudara dan tetangga. Tabik.

Abdul Rohman.,S.H. 

Ketua PWI Tulangbawang

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here