Beranda Hukum & Kriminal RD Minta Penegak Hukum Beri Sanksi Berat Oknum PNS Mesum

RD Minta Penegak Hukum Beri Sanksi Berat Oknum PNS Mesum

680
0
BERBAGI

MENGGALA— RD Suami DW oknum PNS Mesum meminta pihak penegak hukum untuk memberikan sanksi seberat-beratnya kepada DW dan teman mesumnya.

“Selain itu dia juga minta kepada Pemkab Tulangbawang memberikan sanksi pemecatan kepada DW, yang sudah mencoreng nama baik keluarga dan kabupaten Tulangbawang,” pintanya.

Lanjut RD Pemerintah Kabupaten Tulangbawang harus memberikan sanksi tegas kepada oknum Pegawai Negeri Sipil (PNS) DW yang terlibat kasus asusila.

“Tindakan istri saya oknum PNS DW yang telah mencoreng nama baik Kabupaten Tulangbawang sudah sepantasnya mendapat sanksi tegas. Menurut dia, hukuman yang diberikan kepada PNS itu tidak perlu ada toleransi bagi oknum PNS yang membuat kesalahan fatal. Apalagi mengundang ‘aib’ berbuat mesum di rumah peribadi hingga digerebek warga. Saya harap segera berikan sanksi pemecatan agar menimbulkan efek jera bagi yang lain,” tegas RD kepada cahayalampung.com Kamis malam via telpon (16/5/2019).

Saya sudah buat laporan kepihak ke polisian dengan Nomor : LP 410/B/V/2019/Res Tuba/ Sek MGL, pada hari selasa malam 14 Mei 2019 Sekira pukul 22:30 Wib Perkaran tindakan perzinahan sebagai mana di maksud dalam pasal 284 KUHPidana.

Dijelaskan RD pada saat kejadian saya sedang berada di rumah orang tua saya yang berada di Kalianda, Lampung Selatan, kemudian saya di telpon saudara DN tetangga saya dan mengatakan, kamu di mana RD, kamu jangan kaget mendengar cerita saya. Lalu saya jawab kenapa di jawab lagi oleh DN saya mendengar suara pintu belakang kamu di buka istri kamu, terus saya intip setelah itu ada seorang laki-laki masuk kerumah kamu.

Apa pentunjuk tanya DN, lalu saya jawab kalau laki-laki itu masih ada di dalam rumah, saya perintahkan masyarakat di saksikan aparat setempat dan pihak kepolisian yang berada disitu untuk melakukan penggerbekan.

Setelah melakukan koordinasi melalui telpon dengan saya mereka melakukan penggerbekan, setelah istri saya DW diamanakan masyarakat, saudara DN nelpon saya lagi bahwa benar istri saya DW dan satu orang laki-laki yang saya tidak kenal ada di dalam rumah saya. Yang berada di Perumahan Tiuh Tohou, Kecamatan Menggala, Kabuapten Tulangbawang.

Lalu masyarakat membawa mereka ke Polsek Menggala untuk di lakukan pemeriksaan perihal apa yang sudah terjadi, setelah itu saya menuju ke polsek menggala untuk melaporkan peristiwa itu.

Dijelaskan RD, istri saya mengakui baru empat kali membawa laki-laki selingkuhannya masuk kerumah saya. Saya tidak terima atas perlakuan istri saya ini.

“Selain saya sudah laporkan masalah ini kepihak kepolisian, saya berencana dalam waktu dekat ini akan menggugat cerai di pengadilan agama Tulangbawang,” terangnya. (red).

 

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here