Beranda Lifestyle NU Tulang Bawang Sukses Menggelar MKNU Ke- 1

NU Tulang Bawang Sukses Menggelar MKNU Ke- 1

746
0
BERBAGI

TULANG BAWANG, (CL) – Bertempat di Pondok Pesantren (Ponpes) Darul Ishlah kampung Purwa Jaya, kecamatan Banjar Margo, kabupaten Tulang Bawang (Tuba) Nahdlatul Ulama (NU) Tuba sukses menngelar Madrasah Kader Nahdlatul Ulama (MKNU) Ke- 1.

Ketua Panitia Ustadz Taufiq, M.pd.I mengatakan kegiatan ini berlangsung tanggal 5 – 6 Mei 2018 dengan jumlah peserta 120 kader di lingkup PCNU Tulang Bawang dan Banom dari Ansor, IPNU, Muslimat dan Fatayat dan sudah fix banyak permintaan dari kabupaten lain tapi kita batasi.

“Jika tidak kita batasi maka, pesertanya tidak akan bisa terbendung dari kabupaten lain saja sudah banya atensi yang masuk untuk mengikuti MKNU. Alhamdulillah acaranya berjalan lancar dan sukses,” terang Taufiq.

Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Provinsi yang di wakili oleh Wakil Suryah KH. Sodiqul Amin yang juga selaku pengasuh Ponpes Darul Ishlah sangat mengapresiasi kegiatan yang di laksanakan pengkaderan di PCNU Tulang Bawang ini bertujuan untuk mengkader pengurus NU dan Banom untuk lebih memberi pemahaman lebih terkait NU dan Aswaja.

Di tempat yang sama ketua PCNU Tulang Bawang KH. Dimyati Rifa’i menyampaikan betapa pentingnya kegiatan ini untuk memberikan dan mendorong seluruh kader NU agar selalu memahami yang menjadi keterpanggilan jiwanya militansinya,  “Bagaimana kita ber NU secara kaffah dan satu komando dengan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama baik secara amaliyah dan fikriyah,” ucap KH. Dimyati Rifa’i.

Pengurus Besar Nahdlatul Ulama yang di Wakili Oleh KH. Ir. Suwandi, MM Wakil Sekjen PBNU menjelaskan bahwa merawat bangsa sudah jauh sebelum merdeka sudah di jadikan pedoman dalam kehidupan Hadrotu Syeih KH. Hasym As’ari mewariskan secara lengkap yakni dua hal penting yakni Diniyah dan Fattoniyah yang di maksut adalah, “Beliau mewarisi bagaimana beribadah secara Islam Rahmatalli Alamin Aswaja Annahdliyah bagaimana secara ubudiyah atau beragama bagaimana NU itu sangat memperhatikan Sanad atau guru yang bersambung dari berbagai macam keilmuan baik Fiqih, Hadis, Tasawuf dan Toriqoh semua bersanad dan watoniyah yakni bernegara secara utuh atau NKRI Harga Mati,” ungkapnya. (eko/red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here