Beranda Peristiwa Pemkam Agung Jaya Diduga Telantarkan Karantina Warganya

Pemkam Agung Jaya Diduga Telantarkan Karantina Warganya

314
0
BERBAGI

TULANG BAWANG – Pemerintahan Kampung (Pemkam) Agung Jaya, Kecamatan Banjar Margo, Kabupaten Tulangbawang, Propinsi Lampung, diduga telah menelantarkan sejumlah warga yang dikarantina disebuah bangunan yang disiapkan oleh pihak kampung setempat.

Pasalnya, sejumlah warga yang dikarantina mandiri itu, mengaku tidak mendapatkan perhatian kebutuhan makan dan minum dari pihak kampung. Semua perlengkapan disiapkan oleh pihak keluarga. Hal ini bertentangan dengan aturan dan prosedur tentang penanganan isolasi mandiri.

Seperti yang diungkapkan oleh Dv (21) salah satu wanita yang menjalani karantina, mengaku, dirinya baru menjalani karantina dua hari, bersama dengan warga lainnya. Sebelum karantina dan saat ini kondisi kesehatannya sehat dan baik, tak ada gejala apapun.

“Saya sehat Pak. Tidak ada gejala dan keluhan apa – apa. Saat di cek suhu tubuh 36,6. Enggak ada keluhan apa. Ya pasti enggak enak lah. Apa – apa susah. Kasian keluarga harus bolak – balik nganterin makanan,”ujar Devi panjang.

Wanita berumur 21 tahun itu menceritakan, selama ini ia tinggal di rumah paman dan bibinya. Kedua orangtuanya sudah meninggal dunia. Sejak ditinggal orang tuanya ia bekerja di Jakarta untuk mencari nafkah dan menyambung hidup.

“Saya tinggal sama bibi dan paman. Semenjak ditinggal ibuk dan bapak lebih sering di Jakarta kerja. Kebetulan kemaren bibi saya meminta saya untuk pulang karena mereka rindu, ya saya terpaksa pulang, kalau bukan karena keluarga saya juga ga bakal pulang kok Pak,”ujarnya sedih.

Dengan penuh sedih ia menerangkan, bibinya pada Kamis (30/4/2020) sudah mengajukan permohonan kepada pihak kampung untuk dilakukan karantina mandiri di rumahnya. Namun ditolak oleh pihak kampung.

“Kemarin bibi saya ke Posko untuk membicarakan soal karantina. Bibi saya minta untuk saya di karantina di rumah saja. Tapi tetap tidak boleh. Disini yang di karantina cuma saya dan ada satu orang bapak – bapak. Selama disini saya belom dikasih apa – apa Pak. Semua peralatan bibi saya yang sediakan. Saya minta semoga bisa di karantina di rumah saja Pak,”tutupnya.

Terpisah, Kepala Puskesmas Penawarjaya, Ifra Purwanto menegaskan, bahwa karantina mandiri bisa dilakukan di rumah masing – masing pihak keluarga. Dengan syarat melaksanakan dan mengikuti aturan dan pedoman prosedur karantina rumah.

“Boleh. Karantina di rumah keluarga. Dengan catatan memenuhi protab karantina mandiri. Tersedia ruangan/kamar terpisah. Makan/ minum [alat makmin] terpisah dgn anggota klg yg lain
Tidak kontak dgn klg yg lain (selalu berjarak 2m dgn org lain. Ber PHBS. Olah raga teratur min 30 menit. Istirahat cukup. Makan dengan gizi seimbang.
(BUDI)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here