Beranda Lifestyle Warga Menggala Kota khawatir debit air mengalami peningkatan tiap jam

Warga Menggala Kota khawatir debit air mengalami peningkatan tiap jam

337
0
BERBAGI

Cahayalampung.com — Masyarakat semakin khawatir karena debit sungai way Tulangbawang saat ini mengalami peningkatan tiap jam, Ini disebabkan tingginya intensitas hujan yang terjadi belakangan pada malam hari, belum lagi air kiriman dari bendungan way rarem Kotabumi, Lampung Utara.

Dijelaskan Anis (51) debit air sungai way Tulangbawang saat ini mengalami peningkatan dari dua hari yang lalu. Ini disebabkan tingginya intensitas hujan dan air kiriman dari bendungan way rarem Kotabumi Lampung Utara.

“Banjir kali ini memang kami harus waspada, karena tingginya intensitas air hanya hitungan hari sudah menggenangi rumah kami,” jelasnya. Jumat (22/02/2019)

Penyebab utama banjir di akibatkan bendungan way rarem kota bumi sehingga berimbas meluap nya sungai Tulangbawang dan masuk sampai kepermukiman warga kususnya lingkungan Bugis dan lingkungan Palembang kelurahan Menggala Kota, sehingga menjadi momok apabila banjir melanda ketika huja lebat mengguyur kawasan tersebut.

Candra (35), warga lingkungan bugis mengatakan banjir akan terus melanda lingkungan Bugis dan lingkungan Palembang kelurahan menggala kota khususnya mereka yang tinggal di bantara sungai way Tulangbawang, sebab pemerintah belum serius mengatasi apa yang menjadi penyebab banjir dan menjadi banjir tahunan yang tidak bisa di selesaikan.

“Bendungan way rarem Kotabumi debit air nya gak nampung di bukaklah bendungan tersebut, jadi kena Imbasnya sungai way Tulangbawang di tambah lagi ketika musim hujan melanda lingkungan Bugis dan lingkungan Palembang pasti banjir,” ucap nya.

Kalau ada korban banjir, pemerintah hanya memberikan bantuan bahan pangan obat-obatan dan air bersih dan makanan pokok. Sementara apa yang menjadi penyebab banjir tidak di lakukan penelitian yang seharusnya paling urgen di kerjakan.

“Lebih baik mencegah daripada mengobati, artinya penyebab banjir itu yang paling penting harus di atasi,” tegas Chandra. (Akif/red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here