Beranda Hukum & Kriminal Warga Ungkap Ijazah Palsu Mujiono Kakam Bumiratu

Warga Ungkap Ijazah Palsu Mujiono Kakam Bumiratu

2051
0
BERBAGI

TULANG BAWANG, (CL) – Suhu politik di Kampung Bumi Ratu, Kecamatan Rawajitu Selatan, Kabupaten Tulang Bawang sejak di gelar Pilihan Kepala Kampung (Pilkakam) serentak 18 September 2017 belum padam, soal adanya dugaan salah satu calon terpilih menggunakan ijazah palsu tahun baru ini mulai terungkap.

Warga Kampung Bumi Ratu meminta Bupati Hj. Winarti, SE, MH menindak tegas Mujiono Kepala Kampung Bumi Ratu yang menggunakan ijazah palsu.

Mujiono ketika itu 18 September 2017 ikut pemilihann serentak Pilkakam Bumi Ratu bersama tiga calom lainnhya. Ketika itu panitia meragukan keasliannya.

Namun panitia enggan disebut namanya, panitia kampung tidak berani menggugurkan Mujiono, lalu berkas Mujiono dan ketiga rekannya diteruskan kepada panitia pengawas kecamatan, hasilnya keempat calon itu lolos seleksi tanpa ada masalah.

Dimusim hujan untuk sampai kerumah Mujiono di Bumi Ratu harus menempuh 70 Km dengan kondisi jalan yang rusak tidak mungkin wartawan ini tidak sampai menemuinya, upaya menghubungi lewat telponnya juga gagal.

Menurut Sriyadi inkamben Bumiratu, ijazah palsu ini saya merasa dizolimi, tidak hanya saya ratusan warga merasa kejewa. Ijazah palsu milik Mujiono terungkap pada  SDN-1 Rawajitu, Sriyadi guru SD ini paham betul soal ijazah.

Menurutnya Fotokopi ijazah SDN1 Rawajitu atas nama Mujiono dengan nomor induk 014. ketika dikonfirmasi kesekolahan yang mengeluarkan ijazah SD milik Mujiono, ternyata nomor induk 014 milik Muhammad Nali bukan atas nama Mujuiono.

Terkait ijazah SD palsu itu kata pak guru Sriyadi, bilamana ijazah SD nya palsu otomatis ijazah pendidikan diatasnya ikut palsu. Warga Bumi Ratu dalam hal ini akan mengadukan permasalahannya ke Polres Tulang Bawang dengan membawa bukti-bukti yang dibutuhkan polisi.

Sementara Sukerdi Camat Rawajitu Selatan ketika dihubungi dan menanggapi hal itu, Kerdi mempersilahkan warga mengadukan hal itu ke Polres Tuba, diharapkan kasus ini bisa sampai ke meja hijau.

Tentunya semua pihak ingin mendapatkan kepastian hukum dari pengadilan, kalau benar bersalah tentunya Mujiono akan mendapatkan sanksi setidaknya diberhentikan untuk sementara waktu (skorsing).

Soal camat melindungi ijasah palsu milik Mujiono, ditepis langsung Selasa (2/1/2018) melalui terponnya. Menurut Kirdi tidak benar saya ada dibalik Mujiono, saya bisa bantu dia jika ada kesalahan dalam penulisan di KTP dan Kartu Keluarga, kalau ada kesalahan di ijazah yang dia miliki itu urusan dunia pendidikan. (Guntur Taruna)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here